• 06 March 2021

    4 Jenis Suplemen dan PantanganMakanan bagi Ibu Menyusui - Meskipun asupan nutrisi dari makanan lebih banyak disarankan oleh para pakar ahli kesehatan, tetapi terkadang anda pun membutuhkan suplemen demi membantu mengisi kembali simpanan vitamin dan mineral dalam tubuh anda.

     4 Jenis Suplemen dan Pantangan Makanan bagi Ibu Menyusui

    4 Jenis Suplemen dan Pantangan Makanan bagi Ibu Menyusui

    Ada sejumlah alasan kenapa ibu menyusui mengalami kekurangan nutrisi tertentu. Dimulai dari ketidakmampuan dalam memilih dan mengkonsumsi makanan yang tepat, hingga berbagai macam masalah kondisi kesehatan tertentu. Ketika anda tidak mampu mendapatkan nutrisi yang cukup, pastinya akan berdampak pada ASI dan bayi anda.

    Jadi, mengkonsumsi suplemen bisa menjadi bantuan tambahan saat itu terjadi. Tetapi selalu jadikan pilihan ini sebagai opsi yang kedua, karena asupan dari pola makan jauh lebih menyehatkan. Terlebih lagi, suplemen kadang mengandung bahan kimia tambahan yang tentunya tidak baik bagi anda dan si buah hati anda.

    Tetapi tidak ada salahnya jika anda mengkonsumsi beberapa jenis suplemen yang telah kami susun di bawah ini secara lengkap untuk anda, karena jenis suplemen ini cenderung memiliki resiko yang rendah dan sangat dibutuhkan pada masa menyusui.

    Pastikan juga suplemen yang anda beli telah terdaftar di BPOM agar terhindar dari sesuatu yang tidak diinginkan.

    Multivitamin

    Suplemen multivitamin bisa menjadi pilihan yang sangat baik untuk meningkatkan asupan vitamin dan mineral yang anda butuhkan, karena sangatlah wajar jika seorang wanita yang baru melahirkan mengalami defisiensi vitamin dan mineral. Sumber 1.

    Untuk alasan inilah, penting sekali bagi anda untuk mengkonsumsi suplemen multivitamin, terutama jika anda mengalami kehilangan nafsu makan karena kondisi medis tertentu.

    Vitamin B12

    Vitamin B12 merupakan jenis vitamin penting yang larut dalam air demi menjaga kesehatan bayi anda agar tetap optimal, serta meningkatkan kesehatan tubuh anda selama masa menyusui.

    Ditambah lagi, wanita yang tengah menjalani diet vegan, yang pernah menjalani operasi bypass lambung, dan yang tengah mengkonsumsi obat-obatan tertentu (seperti obat asam lambung) lebih rentan terkena kekurangan kadar vitamin B12 dalam tubuhnya.

    Jika anda merupakan salah satu dari mereka, maka pastikan untuk selalu mengkonsumsi makanan yang mengandung vitamin B12 secara teratur seperti ikan, daging, unggas, telur, dan makanan yang diperkaya vitamin B12. Mengkonsumsi suplemen vitamin B kompleks atau vitamin B12 juga bisa menjadi pilihan alternatif bagi anda.

    Tetapi perlu diingat pula bahwa kebanyakan suplemen multivitamin berkualitas tinggi dan obat-obatan yang didapatkan dari dokter sebelum proses melahirkan juga sudah mengandung kadar vitamin B12 yang cukup.

    Omega-3 (DHA)

    Asam lemak omega-3 mendapatkan lebih banyak perhatian dalam kurun waktu beberapa puluh tahun belakangan ini. Jenis lemak yang satu ini bisa anda temukan secara alami di dalam ikan berlemak dan ganggang laut, dan memainkan peran penting dalam meningkatkan kesehatan si ibu maupun bayi anda.

    Seperti contohnya, asam lemak omega-3 jenis DHA sangatlah penting untuk perkembangan sistem saraf, kulit, dan mata bayi anda. Ditambah lagi, konsentrasi dari lemak sehat di dalam ASI tergantung dari seberapa banyakkah anda mendapatkan asupannya dari makanan atau dari suplemen. 

    Terlebih lagi, penelitian telah menunjukkan bahwa bayi yang disusui dengan ASI dengan kadar DHA tinggi cenderung memiliki penglihatan dan perkembangan saraf yang lebih baik. Sumber 2.

    Dikarenakan konsentrasi ASI dari omega-3 dicerminkan dari asupan makan anda, maka anda harus mencukupi kebutuhannya dari hari ke hari. Para ahli kesehatan merekomendasikan ibu menyusui agar mengkonsumsi 250 hingga 375 mg DHA setiap hari, bersama dengan EPA.

    Vitamin D

    Vitamin D hanya bisa anda dapatkan dari sebagian kecil makanan saja, seperti ikan berlemak, minyak hati ikan cod, dan produk-produk yang diperkaya dengan vitamin tersebut. Tubuh anda pun masih bisa memproduksinya berkat paparan sinar matahari, meskipun itu tergantung dari berbagai macam faktor seperti warna kulit dan tempat anda tinggal.

    Penelitian sendiri telah memperlihatkan bahwa vitamin D sangatlah memainkan peran penting di dalam tubuh anda, terutama dalam menjaga sistem kekebalan tubuh dan kesehatan tulang. Sumber 3.

    Vitamin D juga hanya tersedia sangat kecil di dalam ASI anda, terutama di tengah-tengah musim hujan yang jarang sekali adanya paparan sinar matahari, atau anda tengah tinggal di luar negeri yang memiliki musim dingin, dimana malam hari cenderung lebih lama dibandingkan dengan siang hari.

    Dengan begitu menurut American Academy of Pediatrics, mengkonsumsi suplemen vitamin D sebanyak 400 IU per hari sangatlah disarankan bagi bayi, dimulai dari beberapa hari setelah dilahirkan hingga mereka berusia 12 bulan.

    Sementara menurut penelitian lainnya menyarankan anda agar selalu mengkonsumsi suplemen vitamin D sebanyak 6400 IU per hari agar bayi anda mampu mendapatkan asupan vitamin D yang cukup melalui ASI anda. Sumber 4.

    Kekurangan vitamin D sangatlah umum terjadi pada wanita yang tengah menyusui, dan bisa berdampak pada kesehatan tubuh secara langsung, termasuk meningkatkan resiko terkena depresi postpartum. Tanya juga dokter anda mengenai dosis yang harus didapatkan karena terkadang tiap orang membutuhkan dosis yang berbeda tergantung dari kondisinya saat itu.

    Makanan dan Minuman yang Harus Dihindari

    Disamping anda harus menghindari berbagai macam jenis makanan yang dapat membuat anda terkena alergi, terdapat pula beberapa jenis yang harus dihindari oleh semua ibu hamil.

    Bahkan menurut penelitian mengatakan bahwa beberapa makanan dengan rasa yang kuat akibat rempah-rempah juga bisa mengubah rasa dari ASI yang anda produksi, sehingga akan membuat bayi anda rewel dan enggan untuk menyusu. Sumber 5.

    Agar selalu aman, pastikan anda mengurangi atau bahkan menghindarinya secara total beberapa jenis makanan dan minuman berikut ini.

    Kafein

    Sekitar 1% dari kafein yang anda konsumsi dikirimkan ke ASI anda, yang mana penelitian juga mengatakan bahwa bayi membutuhkan lebih banyak waktu untuk memetabolisme kafein tersebut.

    Mengkonsumsi kafein seperti kopi memang belum terbukti bisa memberikan efek negatif terhadap bayi maupun diri anda, tetapi masih bisa mempengaruhi pola tidur si kecil di malam hari.

    Dengan begitu, sangat disarankan bagi ibu menyusui untuk mengurangi asupan kafein antara 2 hingga 3 gelas per harinya. Selain itu, hindari pula mengkonsumsi kopi di sore hari.

    Alkohol

    Sama halnya seperti kafein, alkohol juga bisa sampai di ASI anda. Konsentrasinya memang menyerupai jumlah yang ditemukan dalam darah si ibu, tetapi bayi hanya mampu memetabolisme alkohol setengah dari kecepatan orang dewasa.

    Menyusui bayi setelah mengkonsumsi minuman beralkohol dapat mengurangi asupan ASI buah hati anda hingga 23%, serta menyebabkan agitas dan kualitas tidur yang buruk. Sumber 6.

    Susu Sapi

    Meskipun jarang, beberapa bayi mungkin akan merasa alergi terhadap susu sapi. Dan jika mereka memiliki intoleransi tersebut, maka akan sangat penting bagi anda menjauhkan segala macam makanan yang terbuat dari susu sapi (dairy product).

    Lebih dari 1% bayi yang disusui mengalami reaksi alergi terhadap protein susu sapi yang didapatkan dari ASI si ibu yang mengkonsumsi susu sapi. Gejala dari alergi tersebut bisa berupa ruam, eksim, diare, darah pada BAB, muntah-muntah, atau bayi kolik. Sumber 7.

    Kemungkinan besar anda harus menghindari susu sapi untuk sementara waktu, dan bicarakan dengan dokter kapan anda boleh mengkonsumsi kembali susu sapi sebagai salah satu penyedia nutrisi terbaik bagi anda.

    Leave a Reply

    Subscribe to Posts | Subscribe to Comments

  • - Copyright © HariLibur.me - Powered by Blogger - Designed by Johanes Djogan -