• 16 December 2020

     Memasuki penghujung tahun 2020, Xiaomi nyatanya tetap punya sederet kejutan untuk para Mi Fans di Indonesia. Salah satunya adalah dengan meluncurkan Mi 10T, device dengan kinerja kencang yang didukung kemampuan kamera yang oke serta layar yang telah mengusung refresh rate tinggi.


    Apakah Xiaomi Mi 10T adalah versi upgrade dari Mi 10? Kalau dilihat dari harganya jelas bukan. Kamu tetap disuguhkan beberapa hardware serta fitur khas handphone flagship, tapi dalam kemasan yang tak se-premium Mi 10. Satu faktor yang membikin Xiaomi Mi 10T terkesan begitu menggiurkan adalah banderolnya di Tanah Air, yakni Rp5.999.000.

    Penasaran semacam apa kemampuannya? Yuk, langsung saja simak ulasan kami:



    Tampilan Xiaomi Mi 10T

    Xiaomi Mi 10T tampil dengan sajian eksterior yang minimalis sekaligus elegan. Varian yang kita review hari ini adalah warna Cosmic Black. Kalau dibandingkan dengan Mi 10 versi standar, Kamu bakal menemukan perbedaan yang lumayan signifikan pada tampilan kamera belakang. Xiaomi memilih memakai frame persegi dengan menyusun sensor mutlak di segi tertinggi serta dua kamera lainnya beserta lampu flash cocok di bawahnya.


    Bagian frame kamera ini tampak besar serta menonjol keluar. Tidak hanya menghabiskan lumayan tak sedikit ruang, Kamu juga harus berhati-hati ketika meletakkan Mi 10T di bidang datar supaya kameranya tak terbentur. Untungnya dalam paket penjualannya Xiaomi menyediakan softcase dengan nilai yang menurut kita lumayan keren serta sekaligus sanggup sedikit melindungi pinggiran frame kamera.


    Device ini mempunyai bodi dengan bahan aluminium yang dilapisi kaca Gorilla Glass 5 baik di depan maupun belakang. Sekilas terkesan lumayan premium dengan nilai rancang bangun yang juga amat baik, walau sayangnya bisa menjadi magnet sidik jari jadi lebih mudah kotor.


    Ketika digenggam, Xiaomi Mi 10T terasa lumayan berisi. Bobotnya mencapai 216 gram dengan ketebalan 9,3mm yang artinya agak bongsor. Untuk Kamu yang bertangan kecil serta gemar memasukkan handphone ke dalam saku celana, dimensi serta berat Mi 10T mungkin tak termasuk dalam golongan yang enjoy.


    Beralih ke depan, Xiaomi memasang layar berkapasitas 6,67 inci dengan bezel yang lumayan tipis di kiri, kanan, serta atasnya. Sedikit lebih besar di tahap dagu, tapi menurut kita tetap dalam batas wajar. Untuk kamera selfie, Mi 10T menempatkan lensa dibagian punch-hole di pojok kiri atas.


    Untuk sensor sidik jari Xiaomi Mi 10T belum menerapkan teknologi di balik layar. Xiaomi membenamkan pada tombol power yang ada di samping. Kita telah mencobanya selagi tak lebih lebih satu minggu, serta sensor ini sanggup bekerja dengan gesit serta seksama dalam membaca jari kami. Posisinya pun terasa natural serta mudah dijangkau.


    Xiaomi Mi 10T mempunyai port USB Type-C di tahap bawah, berdampingan dengan celah speaker. Port audio jack 3.5mm? Sayangnya tak ada. Tapi jangan khawatir. Dalam dus penjualannya Kamu langsung diberbagi adapter USB-C ke audio jack 3.5mm. Jadi Kamu tetap bisa memakai headset kabel favorit Anda. Satu faktor lainnya yang patut Kamu ketahui adalah Mi 10T tak mempunyai slot microSD. Hanya ada dua slot nano SIM-card saja.


    Layar Xiaomi Mi 10T

    Layar menjadi fitur yang paling dikedepankan Xiaomi melewati Mi 10T. Panel yang dipakai terbukti tetap IPS dengan resolusi Full HD+. Tapi yang menjadi nilai jual mutlak datang dari refresh rate tinggi 144Hz. Ya, 144Hz! Sejauh ini handphone berlayar 144Hz tetap termasuk langka di Indonesia. Terbukti telah ada dari brand lain, tapi kategorinya gaming serta harganya lebih mahal.


    Sekadar informasi, refresh rate pada Mi 10T bersifat adaptif. Fitur AdaptiveSync bakal mengatur refresh rate sesuai kebutuhan, umpama saat melihat film, menelusuri media sosial, sampai bermain game. Dalam skenario pemakaian sehari-hari ketika refresh rate tinggi sedang tak diperlukan, AdaptiveSync juga sekaligus menyesuaikan refresh rate ke 60Hz alias bahkan 30Hz supaya lebih ekonomis daya.


    Sejauh pengujian kita layar Xiaomi Mi 10T tampak lumayan memanjakan mata. Warna hitamnya terbukti tak sepekat layar AMOLED, tapi dengan cara keseluruhan, tetap memuaskan untuk mendukung beberapa kegiatan. Warnanya didukung teknologi TrueColor, tingkat kecerahannya oke di bawah sinar matahari, serta telah mempunyai sertifikasi TUV Rheinland untuk memastikan mata tak cepat lelah saat menatap layar terlalu lama.


    Sedikit mengulas sektor audio, Mi 10T mengusung dual speakers serta sertifikasi Hi-Res Audio. Nilai suaranya terdengar jernih serta bertenaga, sekaligus lebih nasib sebab telah stereo. Untuk menemani melihat video serta bermain games, menurut kita audio Mi 10T telah amat memadai.


    Sistem operasi Xiaomi Mi 10T

    Xiaomi Mi 10T mengadpilihan sistem operasi MIUI 12 berbasis Android 10. Belum ada bocoran info soal update ke Android 11. Yang tentu Kamu tetap bakal menemukan sederet fitur bawaan khas Xiaomi yang sebagian besar menurut kita lumayan berkegunaaan untuk pemakaian sehari-hari.


    Dark Mode jelas terdapat. Kamu juga bisa memilih software pihak ketiga mana yang ingin dipaksakan tampil di mode gelap walau dengan cara default belum mendukung. Alias sebaliknya. Ketika Kamu merasa mode gelap tak lebih ideal di suatu  software, Kamu bisa menonaktifkannya sendiri khusus untuk software tersebut.


    Fitur lain yang rutin menjadi favorit kita adalah Second Space. Bagi yang belum tahu, kegunaaannya semacam mempunyai dua buah device dalam satu perangkat sebab akun serta software yang berlangsung di Second Space sangatlah terpisah. Game Mode? Ada. Kegunaaannya mirip dengan fitur serupa di device tak sedikit.


    Satu fitur yang bagi kita lumayan hebat serta berkegunaaan adalah floating windows. Sesuai namanya, Kamu bisa membuka software dalam suatu  jendela kecil sembari meperbuat aktivitas di software lainnya. Floating Windows ini mempunyai kegunaaan sepenuhnya, bukan sekadar mengintip apa yang terjadi di software tersebut.


    Kamera Xiaomi Mi 10T



    Xiaomi Mi 10T dipersenjatai kamera mutlak 64 megapixel f/1.9 dengan lensa wide serta dukungan PDAF. Tidak hanya itu, Kamu disuguhkan kamera ultrawide 13 megapixel f/2.4 serta kamera macro 5 megapixel f/2.4. Ya, hanya tiga mesikipun sekilas terkesan ada 4 kamera tidak hanya lampu flash. Untuk yang gemar selfie, ada kamera 20 megapixel f/2.2 di depan.


    Kamera belakang Mi 10T didukung sederet fitur tambahan yang lumayan luar biasa, mulai dari Pro, Portrait, Night, 64M, Slow Motion, Front & Back, Long Exposure, serta Clone. Fitur yang kita sebut terbaru nyatanya lumayan menyenangkan. Intinya mempermudah Kamu untuk membikin efek semacam di bawah ini: (gambar pertama Clone Photo, yang kedua Clone Video)


    Hasil gambar kamera utamanya menurut kita termasuk baik di kondisi cahaya yang ideal. Detail yang ditangkap tinggi, reproduksi warnanya cenderung natural, seksama, serta dynamic range-nya keren. Tak adanya lensa tele membikin Kamu hanya bisa mempercayakan digital zoom ketika ingin memotret dengan jarak yang lebih jauh.


    Portrait Mi 10T


    Fitur hebat lainnya yang patut dicoba adalah Skyscapping 3.0. Singkatnya, dengan fitur ini Kamu bisa merubah suasana langit menjadi beberapa preset bawaan yang amat beragam. Gambar pertama di bawah adalah gambar asli, sementara tiga di bawahnya seusai di-edit memakai Skyscapping 3.0:


    Memotret di malam hari juga bakal disaapabilan hasil gambar yang lumayan memuaskan. Nuansa malamnya tetap terjaga sebab exposure tak diangkat berlebihan. Yang butuh digarisbawahi, sebab tak ada OIS Kamu harus menjaga tangan tetap stabil mengingat Night Mode membutuhkan waktu beberapa detik untuk meringkus gambar.


    Sementara kamera ultra wide Mi 10T nyatanya juga lumayan oke, walau detail tak setajam kamera utama. Bahkan kamera lensa aspek lebar ini juga didukung Night Mode. Itu artinya, Kamu bisa mengawetkan suasana malam dengan tangkapan gambar yang lebih luas semacam gambar di bawah ini:


    Ultrawide Night Mode Mi 10T


    Untuk urusan videografi, Xiaomi Mi 10T sanggup merekam video sampai resolusi maksimal 8K. Ya, 8K. Tidak hanya itu, Kamu juga bisa merekam di resolusi 4K 60fps, 4K 30fps, 1080p 60fps, 1080p 30fps, serta 720p 30fps. Xiaomi tak lupa menyediakan fitur Ultra Steady apabila Kamu ingin merekam dengan stabil di kondisi yang ekstrem. Slow Motion? Bisa sampai 960fps di 1080p.


    8K Mi 10T


    1080p 30fps Night Mi 10T


    Kemampuan Xiaomi Mi 10T

    Kemampuan jelas menjadi salah satu daya tarik mutlak dari Xiaomi Mi 10T. Gabungan chipset Qualcomm Snapdragon 865 dengan RAM 8 GB LPDDR5 yang kinerjanya 1,5x lebih cepat dari generasi sebelumnya, serta storage kencang UFS 3.1 128 GB telah lumayan menggiurkan.


    Mungkin satu-satunya yang agak mengganjal adalah kapasitas 128 GB. Bukan berarti kecil, tapi sebab tak adanya slot microSD, Kamu harus pintar-pintar mengatur file yang disimpan supaya tak kepenuhan. Apalagi device ini sanggup merekam video di resolusi 4K alias bahkan 8K, yang artinya bakal lebih tak sedikit memakan ruang di storage.


    Kalau dari segi kemampuan tak ada yang butuh diragukan. Semua terasa mulus, lancar, serta amat responsif. Bermain game pun belum kita temui persoalan yang berarti. PUBG Mobile bisa dimainkan dengan enjoy di setting grafis Ultra HD dengan frame rate Ultra. PES 2021 juga aman.


    Game yang lebih berat semacam Genshin Impact juga bisa dimainkan dengan setting grafis tinggi (mentok kanan) di 60fps. Konsekuensinya terbukti handphone bekerja lebih keras, tapi kinerjanya termasuk stabil. Selagi permainan pastinya terasa adanya peningkatan suhu tapi tetap dalam taraf yang tak berlebihan serta tak mengganggu permainan.


    Apabila ingin memaksimalkan potensi dari layar 144Hz, Kamu harus mendownload judul game yang terbukti telah mendukung mode frame rate tinggi 90fps alias lebih. Contohnya Shadowgun Legends alias Dead Trigger 2. Game endless run semacam Temple Run 2 juga telah mendukung sampai 120fps.


    Untuk lebih menggambarkan semacam apa kemampuan dari Xiaomi Mi 10T, berikut kita saapabilan beberapa hasil pengujian memakai software benchmark:


    Baterai Xiaomi Mi 10T

    Mungkin salah satu faktor yang membikin Mi 10T tampil lumayan bongsor adalah baterai 5.000 mAh yang tertanam di dalamnya. Segi positifnya, kapasitas baterai tersebut sanggup membikin device ini menyala lumayan lama. Dengan gaya pemakaian casual sangat mudah untuk menjadikan Mi 10T kawan beraktivitas seharian penuh.


    Charging juga lumayan cepat, mesikipun bukan yang terkencang di kelasnya. Teknologi fast charging 33W menurut kita tak terlalu ketinggalan dibanding beberapa pesaingnya. Butuh waktu kurang lebih 1 jam 15 menit untuk bisa mengisi daya dari kondisi di bawah 10 persen sampai 100 persen penuh.


    Kesimpulan

    Tidak bermaksud melebih-lebihkan, tapi harus diakui bahwa Xiaomi Mi 10T adalah produk yang amat menggiurkan. Bukan berarti sempurna, hanya saja, segala keunggulan yang ditawarkannya membikin beberapa ketidak lebihan dari device ini seolah tak butuh diambil pusing. Kemampuan mantap, kamera sanggup bersaing, layar telah 144Hz, serta baterainya juga tahan lama. Dengan cara tampilan pun Mi 10T tampil lumayan premium.


    Bagi yang tertarik, Xiaomi Mi 10T dipasarkan dengan harga Rp5.999.000. Tidak hanya warna Cosmic Black, Xiaomi juga menyediakan varian lainnya yakni Lunar Silver dengan finishing matte.


    Kelebihan Xiaomi Mi 10T:

    Tampilan lumayan keren

    Layar telah 144Hz, tetap termasuk langka di Indonesia

    Kemampuan super kencang, gaming memuaskan

    Nilai kamera termasuk baik di kelasnya

    Fitur pendukung kamera lumayan komplit

    Perekaman video sampai resolusi 8K

    Baterai tahan lama

    Charging termasuk cepat untuk baterai 5.000 mAh

    Dual-speaker stereo

    Ada NFC

    Ketidak lebihan Xiaomi Mi 10T:

    Dimensi bongsor serta lumayan berat

    Tidak ada slot microSD

    Akan lebih hebat apabila kamera didukung OIS

    Belum ada IP rating

    Xiaomi Mi 10T ideal untuk: Gamer yang mengharapkan kemampuan kelas flagship. Penikmat multimedia yang ingin mencoba layar 144Hz. Kreator konten gambar serta video. Pemakai yang butuh handphone dengan baterai tahan lama.


    Xiaomi Mi 10T tak lebih ideal untuk: Pemakai yang tak membutuhkan layar refresh rate tinggi. Pemakai yang tak lebih menyukai handphone dengan dimensi agak jumbo.

    Leave a Reply

    Subscribe to Posts | Subscribe to Comments

  • - Copyright © HariLibur.me - Powered by Blogger - Designed by Johanes Djogan -