5 Jenis Makanan untuk Penderita Maag yang Tidak Boleh Dikonsumsi


5 Jenis Makanan untuk Penderita Maag yang Tidak Boleh Dikonsumsi - Manusia yang menyandang status sehat saja harus menjaga pola makannya agar tetap terjaga kesehatannya, apalagi untuk penderita maag? Tentu lebih ketat lagi dalam hal menjaga pola makan. Mengapa makanan untuk penderita maag harus dibatasi dan diatur? Tentunya karena makanan memiliki peranan yang penting dalam pembentukan tubuh sekaligus juga kelangsungan hidup manusia. Tentu hal ini juga sangat penting untuk Anda yang tergolong masih cukup muda.

Saat Anda menelan makanan, remukan makanan bekas dikunyah tersebut tidak langsung diproses oleh lambung. Ada fase-fase khusus yang menyebabkan makanan yang baru turun harus menunggu antrean. Ketika makanan melewati proses ekstraksi, bagian-bagiannya akan diuraikan dan didistribusikan sesuai fungsinya. Tidak semuanya bisa jadi nutrisi.

Apa jadinya kalau Anda tengah menderita maag dan tidak menjaga pola makan? Maka, makanan yang turun justru bisa memperburuk keadaan lambung Anda. Apalagi kalau makanan yang Anda konsumsi tergolong makanan yang bisa meningkatkan aktivitas asam lambung. Oleh karena itu, mau tidak mau Anda wajib menghindari 5 jenis makanan ini agar penyakit maag tidak memburuk.

jenis makanan penderita maag

5 Jenis Makanan untuk Penderita Maag yang Tidak Boleh Dikonsumsi


1. Olahan Makanan yang Memiliki Kandungan Gula

Puasa makanan manis-manis sebentar tidak mengapa, kan? Demi kesembuhan Anda dari penyakit maag. Sudah sejak lama makanan jenis ini selalu tidak dianjurkan oleh dokter ahli mana pun. Makanan yang mengandung zat gula memang enak. Tapi kalau berlebihan, bisa-bisa meningkatkan asam lambung. Jadi sangat berbahaya untuk penderita maag.
Pernah dengar fakta tentang orang gemuk? Deskripsi orang gemuk adalah mereka yang memiliki berat badan berlebih, banyak lipatan pada tubuh, dan aktivitasnya cenderung lamban dari orang kebanyakan. Ada satu pertanyaan yang cukup menggelitik, “Apakah orang gemuk itu tidak akan mudah lapar? Kan perutnya besar.”
Faktanya, meskipun Anda mungkin mengalami kegemukan, rasa lapar itu terus ada. Rasa lapar itu merupakan efek samping dari peningkatan asam lambung. Jadi, ketika orang banyak memakan nasi, tidak berarti langsung kenyang. Bisa jadi malah nambah. Makanan yang mengandung gula bisa ditemukan dalam nasi, tepung, pasta, dan lainnya.

2. Makanan yang Memiliki Kandungan Lemak Jenuh

Sebetulnya lemak itu bagus untuk tubuh. Hanya saja kalau digunakan sebagai penambah energi. Lagi pula lemak itu memang enak. Jadi sangat jarang ada orang bisa menolak cita-rasa lezat makanan berlemak. Katakanlah seperti daging, telur, dan lain-lain. Gara-gara orang banyak yang suka, harga di pasaran pun cukup mahal.
Akan tetapi, ketika lemak yang sehat tersebut berubah jadi lemak jenuh, inilah titik mula adanya penyakit maag. Kadar kolesterol dalam lemak jenuh tergolong tinggi. Keadaan yang demikian bisa sangat ampuh meningkatkan aktivitas asam lambung dalam perut. Bahkan bukan hanya maag, tetapi juga bisa memicu serangan jantung dan tekanan darah tinggi.
Rata-rata lemak jenuh ini berasal dari makanan hewani. Kebanyakan perubahan lemak sehat jadi lemak jenuh karena tidak adanya aktivitas atau olahraga yang berarti. Itulah kenapa olahraga juga penting untuk menjaga kesehatan. Ketika lemak terbakar, sama saja Anda membakar potensi lemak jenuh menjadi tenaga. Lakukanlah olahraga serutin mungkin..

3. Makanan yang Digoreng

Wajar saja kalau sekarang banyak orang yang menjadi vegetarian daripada suka-suka dalam mengonsumsi makanan untuk penderita maag yang harus dihindari ini. Soalnya mereka tahu betul potensi berbahaya yang bisa timbul akibat pola makan yang tidak sehat. Makanan yang digoreng menjadi salah satu sebab munculnya penyakit maag.
Konsumsi makanan goreng memang sisukai ole banyak orang Tapi kalau sampai berlebihan juga akan membawa akibat yang tidak baik, karena makanan gorengan tergolong makanan tidak sehat. Makanan yang digoreng rata-rata memiliki lemak tingga. Terlebih lagi, jika makanan yang digoreng menggunakan minyak bekas atau lama tidak diganti. Potensi adanya lemak jenuh di makanan goreng lebih besar. Tidak hanya penyakit maag, makanan gorengan bisa juga menjadi pemicu penyakit lainnya, misalnya kanker.
Orang yang kebanyakan makan gorengan pastinya akan merasakan mual di perut. Sebetulnya itu sudah menjadi sinyal yang harus segera disadari. Ketika perut Anda bereaksi demikian, lekas-lekaslah menghentikan aktivitas makan makanan gorengan. Kalau bisa, langsung diimbangi dengan makanan yang segar seperti buah-buahan untuk menetralkannya.


4. Makanan dan Minuman yang Mengandung Kafein

Hampir semua manusia nokturnal menyukai makanan yang mengandung kafein. Misalnya seperti cokelat, teh, dan kopi. Apa sih manusia nokturnal itu? Secara bahasa, manusia jenis ini (manusia Noktural) seringkali menghabiskan aktivitas di malam hari ketika orang lain justru tertidur pulas. Tapi tentu tidak semua manusia nokturnal menyukai menu yang mengandung kafein ini.
Khususnya untuk cokelat, mungkin sebagian besar manusia di dunia ini menyukainya. Rasanya yang khas, ditambah lagi ada momen khusus ketika cokelat dijadikan benda paling special seperti Hari Valentine. Padahal, ketika seseorang mengonsumsi cokelat berlebihan juga tidak bagus, karena bisa memicu penyakit maag.

Di dalam cokelat terdapat 2 kandungan yang harus dihindari khususnya jika Anda adalah penderita penyakit maag. Pertama adalah kandungan kafein. Kedua adalah kandungan gula yang cukup tinggi. Keduanya memiliki efek buruk yang sama bagi kesehatan. Ketika keduanya bergabung, potensi maag yang Anda derita bisa berubah status menjadi maag akut atau bahkan menjadi maag kronis. Cukup berbahaya bukan?

Sementara untuk kopi juga memiliki pengaruh yang tidak kalah pentingnya. Sebagian dari pecandu kopi adalah juga seorang perokok aktif, walaupun banyak yang hanya mengkonsumsi kopi saja.  Jadi tidak heran kalau sebagian besar dari mereka juga menderita penyakit maag. Untuk itulah, jika Anda mau mengkonsumsi makanan yang mengandung kafein ini harus dijaga tidak terlalu banyak dan tidak boleh terlalu sering.

5. Buah yang Mengandung Asam Tinggi

Penyakit maag erat kaitannya dengan buah yang mengandung asam tingkat tinggi. Padahal buah yang memiliki rasa masam itu sangat digemari oleh masyarakat di dunia. Kalau disebutkan tentu banyak sekali. Soalnya rata-rata buah itu memiliki rasa masam, khususnya yang masih setengah matang. Sebut saja buah jeruk, apel, kiwi, leci, berry, dan lainnya.
Kalau Anda sehat sih tidak masalah  mengkonsumsi buah-buahan itu. Bahkan buah tersebut bisa lebih menyehatkan tubuh karena kebutuhan nutrisi khususnya vitamin C terpenuhi melalui buah. Sebagai alternatifnya, jika Anda begitu ingin memakan buah-buahan semacam ini, kombinasikan dengan makanan lain. Misalnya dengan mencampurkan bersama sayuran sehat. Lalu di-blender menjadi Jus Buah dan Sayur.

Tentu saja tidak semua buah-buahan memiliki tingkat asam yang tinggi. Ada pula buah yang bagus menjadi makanan untuk penderita maag seperti semangka, melon, blewah, dan lainnya. Meskipun buah tersebut rasanya manis, tetapi kandungan gula alami yang bisa memicu asam lambung tidak seberapa. Tapi tetap saja perlu dibatasi mengkonsumsinya sebelum penyakit maag Anda benar-benar sembuh.



Tentunya ke-5 jenis makanan untuk penderita maag di atas boleh dikonsumsi oleh orang sehat. Larangan ini tidak berlaku selamanya. Setidaknya Anda bisa berhati-hati dalam menjaga diri sendiri, apapun yang berlebihan tentu tidak bagus untuk tubuh. Termasuk juga soal konsumsi makanan yang sudah tertera di atas. Semua harus seimbang agar baik bagi kesehatan tubuh anda.



0 Response to "5 Jenis Makanan untuk Penderita Maag yang Tidak Boleh Dikonsumsi"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel


loading...