28 February 2017

Misteri Ramalan Tafsir dan Jangka Jayabaya Tentang Presiden Indonesia Satria Piningit

Menguak Ramalan Jayabaya Dan Tafsir Isi Ramalan Jangka Jayabaya Notonogoro Tentang Presiden Indonesia

NOTONOGORO.Apa arti sebuah nama, ujar sastrawan terkenal asal lnggris William Shakespeare. Mawar akan tetap indah meski diganti dengan sebutan lain. Demikian juga harimau. Ia tetap binatang buas meski dipangggil perkutut. Nama hanya sebuah identitas untuk membedakan satu makhluk atau benda dengan makhluk atau benda lainnya. Tidak lebih, tidak kurang.
ramalan jangka isi jayabaya tentang indonesia presiden pulo jawa satria piningit ratu adil
Tetapi hal itu tidak berlaku bagi orang Indonesia, khususnya wong Jawa.Nama memiliki keterkaitan dengan diri dan pribadi seseorang. Presiden Joko Widodo sempat mengganti namanya karena nama sebelumnya, yakni Mulyono, dianggap kurang pas sehingga dirinya sakit-sakitan. Nama juga melambangkan harapan dan keberkahan.

Nama juga menjadi begitu sakral dan penting manakala menyangkut Calon pemimpin Indonesia. Jayabaya, Maharaja Kediri, sudah meramalkan siapa-siapa yang bakal menjadi pemimpin Indonesia dengan memberikan “kode” pada nama belakang (akhiran), yang bisa juga ditafsirkan sebagai nama depan (awalan) yakni Notonogoro. Tidak heran jika orang tua dan suku Jawa lebih senang memberi nama anak laki-lakinya dengan akhiran atau awalan No, To, Go maupun Ro dengan harapan kelak anaknya akan menjadi pemimpin.

Persoalan yang mengemuka saat ini, masih relevankah Notonegoro atau Notonogoro dijadikan sebagai rujukan pemimpin nasional ketika ternyata beberapa nama Presiden Indonesia tidak memenuhi kriteria tersebut? Sebagian akan mencibir dengan menyimpulkan klaim Notonegoro tidak releven dan hanya hasil othak-athik-gathuk seseorang untuk membenarkan atau memberi legitimasi supramistik pada kekuasaan yang tengah digenggam. Dengan adanya “wahyu sejarah” bahwa namanya sudah tertulis sejak ratusan tahun lampau sebagai calon pemimpin, maka dia akan dianggap, minimal dipandang, sebagai seseorang yang memang sudah ditakdirkan untuk menjadi pemimpin. Dengan demikian tidak akan ada yang mempersoalkan. Siapa yang berani melawan takdir?

Tetapi tidak demikian halnya dengan mereka yang meyakini kebenaran isi ramalan jayabaya atau Jangka Jayabaya. Notonegoromerupakan rangkaian kata akhiran (dan berlaku juga untuk awalan) dan sejumlah pemimpin besar Indonesia yang akan membawa kemakmuran, mencapai zaman keemasan di mana suro diro joyodiningrat lebur deningpangastuti.

Dengan asumsi tersebut, maka bisa saja setelah melewati 100 pemimpin (presiden), Indonesia baru akan mencapai zaman kejayaan. Selama belum ditemukan nama-nama pemimpin yang memiliki akhiran atau awalan Notonegoro/Notonogoro, maka Indonesia belum akan mencapai masa kejayaan tersebut.Saat ini kita baru memiliki tiga presiden yang nama akhimya membentuk kata Notono yakni Presiden pertama Soekarno (No), kedua Soeharto (To), ke enam Susilo Bambang Yudhoyono (No). Sementara ketiga Bi Habibie, ke empat Abdurrahman Wahid, kelima Megawati, tidak memiliki kriteria dan nama Presiden ke tujuh yakni Joko Widodo memiliki akhiran nama yang sama dengan SBY jika merujuk pada nama aslinya yakni Mulyono (no).

Jadi kapan kita akan mendapatkan Presiden dengan akhiran atau awalan Gountuk menyambung ramalan jayabaya? Bisa saja kelak dari Presiden ke delapan, atau mungkin ke sembilan dari akhiran atau awalan Ro didapat dari Presiden ke 10 atau ke 20. Wallahu alam bissawab.
Ramalan jayabaya atau jangka jayabaya selalu menarik  untuk dikupas. Terlebih sudah banyak ramalan Maharaja Kediri bergelar Sri Maharaja Sang Mapanji Jayabhaya Sri Warmeswara Madhusudana Awataranindita Suhtrisingha Parakrama Uttunggadewa tersebut yang terbukti kebenarannya.
Ramalan jayabaya yang paling terkenal dan ditunggu-tunggu rakyat Indonesia adalah terkait presiden atau pemimpin Indonesia yang disebut memiliki akhiran atau awalan nama NO-TO-NO-GO-RO.Mengapa BJ Habibie,KH Abdurrahman Wahid dan Megawati Soekarnoputri tidak termasuk presiden yang dimaksud dalam isi tafsir ramalan jayabaya?

Tafsir Isi Ramalan Jangka Jayabaya Yang Kemungkinan keliru


sebagaimana dimaksud dalam Kitab Asrar(Musarar) gubahan Sunan Giri Perapan(sunan Giri ke-3). Tafsir yang selama ini jauh dari makna sesungguhnya sehingga terkesan ada kesalahan pada ramalan tersebut.Padahal sesungguhnyà nama-nama Presiden atau pemimpin yang dimaksud oleh Jayabaya adalah presiden atau pemimpin yang akan membawa kemakmuran bagi Bangsa Indonesia.

Banyak tafsir tentang calon pemimpin Indonesia dalam kaitannya dengan ramalan atau jangka (jongko) Jayabaya hasil nukilan dari Kitab Musasar yang digubah oleh Sunan Giri Prapen. Ada yang menafsirkan kata Notonegoro atau Notonogoro sebagai lima suku kata terpisah dan merujuk pada akhiran atau awalan nama calon pemimpin. Namun tidak sedikit yang menafsirkannya sebagai satu kesatuan yang memiliki makna atau arti menata negara. Ternyata kedua tafsir tersebut tidak sepenuhnya benar!

Untuk memastikan tafsir manakah yang paling mendekati kebenarannya, dari sumber investigasi secara supramistik dan mempelajari seluruh kitab-kitab yang terhubung dengan penafsiran ramalan Jayabaya.

Pertama, Notonegoro atau Notonogoro? Pertanyaan itu selalu mengemuka dan seringkali jawabannya didasarkan pada kepentingan individu tertentu. Padahal baik Notonegoro maupun Notonogoro karena lafal orang Jawa ketika menyebut ‘negoro’ akan terdengar seperti ‘nogoro’. Terlebib kedua kata tersebut memiliki makna yang sama yakni Negara. Dengan demikian Notonogoro berarti Menata Negara atau Bangsa. Selain itu, tidak lazim orang Jawa memiliki nama awalan atau pun akhirnya ‘ne’. dengan pemahaman tersebut mestinya perdebatan ‘ne’ dan ‘no’ tidak perlu perpanjang lagi.

Kedua, apakah benar Jangka Jayabaya tidak tepat jika melihat nama-nama Presiden RI yang sudah berkuasa sejak masa Soekarno, Soeharto, Bi Habibie, Abdurrahman Wahid, Megawati Soekarnoputri, Susilo Bambang Yudhoyono hingga Joko Widodo, Banyak yang berpendapat ramalan Jayabaya tentang pemimpin masa depan Indonesia itu sudah tidak relevan dengan munculnya nama Bj Habibie, Megawati dan Gus Dur. Meski demikian ada yang mencoba memaksakan dengan mengaitkan Habibie sebagai No yang diambil dan arti nama beliau yakni cinta kasih yang dalam bahasa Jawa disebut tresno. Lalu Gus Dur memiliki awalan Go mengingat Gu tidak dikenal dalam huruf Jawa dan Megawati dianggap mewakili kata Ro yakni dari nama terakhirnya Soekarnoputri.

Jika menganut paham itu, maka Presiden SBY, Presiden Jokowi dan seterusnya adalah pemimpin sesudah masa yang diramalkan Jayabaya. Persoalannya, Jayabaya meyakini, setelah melewati lima Presiden dengan awalan maupun akhiran Notonogoro, Bangsa Indonesia akan mencapal kejayaan, masuk ke masa keemasan.Faktanya, saat ini kondisi Bangsa Indonesia belum beranjak ke masa tersebut. Bahkan sebagian kalangan mengatakan kondisi saat ini Iebih buruk di banding masa pemerintahan Soeharto.
Dari berbagai argument tersebut, jelaslah selama ini telah terjadi kekeliruan tafsir terhadap arti dan Notonogoro. Akibat kekeliruan penafsiran, terkesan ramalan Jayabaya tersebut tidak akurat dan cenderung bebas ditafsirkan sesuai kepentingan siapa saja.

Berikut tafsir yang benar/tepat terhadap isi ramalan Jayabaya:


Notonogoro harus ditafsirkan sebagai pemimpin yang berhasil menata negara. Hal ini harus dipertegas mengingat tidak semua pemimpin bisa mengemban amanah dengan baik. Mereka tetaplah pemimpin tetapi mungkin tidak banyak memberikan kontribusi dalam hal “menata negara”. Banyak contoh seorang pemimpin yang menerima mandat secara kebetulan karena adanya kekacauan atau kevakuman kepemimpinan.

Ramalan Jayabaya Tentang Indonesia



Ada juga pemimpin yang muncul karena pemaksaan kehendak seperti dengan jalan kudeta, makar, menjadi boneka bangsa lain dan lain sebagainya. Apakah mereka buka pemimpin? Mereka tetap pemimpin tetap tentu saja tidak akan bisa mengelola negara dengan baik untuk mencapai kemakmuran dan keadilan bagi seluruh rakyatnya. Lalu siapakah pemimpin Indonesia seperti yang dimaksud oleh Jayabaya? Mereka adalah pemimpin yang nama awalan atau akhirannya Notonegoro.

Dengan demikian, pemimpin yang dimaksud bukan hanya satu orang tetapi Iima pemimpin, Sayangnya, tafsir yang selama ini beredar memaksa kepada lima presiden terdahulu. Di sini letak kekeliruannya.Lima pemimpin (presiden) yang memiliki awalan atau akhiran Notonogoro, tidak harus berurutan. Pemimpin yang memiliki lima suku kata Notonogoro secara alami akan muncul. Rentang waktunya bisa 10 tahun, bisa juga 100 tahun.

Mengacu pada kondisi saat ini, Bangsa Indonesia baru memiliki tiga pemimpin yang memenuhi ramalan Jayabaya yakni Soekarno (No), Soeharto (To) dan Susilo Bambang Yudhoyono (No). Tidak ada yang bisa membantah keberhasilan Soekarno dalam membentuk, meletakkan dan menata dasar-dasar negara Republik Indonesia.

Presdien Soeharto kemudian melanjutkannya dengan pembangunan infrastruktur secara berkelanjutan. Sementara SBY suka atau tidak suka harus diakui berhasil menata sistem demokrasi sehingga regenerasi kepemimpinan baik daerah maupun nasional dapat berjalanan dengan baik dan damai.

Meski memiliki jasa yang cukup besar, Bi Habibie, Gus Dur dan Megawati tidak masuk dalam kategori Notonogoro karena kepemimpinannya tidak sampai satu periode. Ketiga mantan Presiden tersebut juga menjadi penguat ramalan Jayabaya di mana jika pemimpin Indonesia tidak memenuhi kriteria Notonogoro, maka yang bersangkutan tidak akan berkuasa dalam rentang waktu minimal 10 tahun atau dua periode sebagaimana yang diperbolehkan oleh konstitusi.

Bagaimana dengan Presiden Jokowi? Jika mengacu pada nama kecilnya, maka .Iokowi termasuk dalam kriteria Notonogoro yakni akhiran No(Mulyono) sebagaimana SBY. Tetapi jika mengacu pada nama saat ini (Joko Widodo), bisa dipastikan kepemimpinan Jokowi tidak akan sampai dua periode. Jokowi tetap bisa menyelesaikan satu periode hingga 2019. Pemimpin dengan akhiran No bisa saja dua atau tiga orang. Artinya nama pemimpin setelah Jokowi pun masih mungkmn berawalan atau akhiran No. 
Baca juga Kapan Indonesia Maju sesuai ramalan tafsir Jayabaya

Ramalan Jayabaya Tentang Presiden Ke 8



Pertanyaannya sekarang, kapan Bangsa Indonesia memiliki pemimpin dengan nama yang berawalan atau akhiran Go? jika mengacu pada usia bangsa ini yang sudah mencapai 72 tahun, maka pemimpinan dengan awalan atau akhiran nama Go, akan muncul pada periode setelah Jokowi. Sebab pemimpinan yang berawalan atau berakhiran Ro, akan hadir sebelum usia Indonesia mencapai 100 tahun.

Pemimpin yang berawal atau berakhiran Go memiliki tugas sangat penting karena harus menata negara untuk memberi jalan Iahirnya Satrio Piningit, yakni pemimpin yang menggenapi kriteria Notonogoro.

Akan ada masa kekacuan selepas pemimpin Go, sebagai prasyarat hadirnya Satrio Piningit.Pada masa itu, merupakan zaman Kalabendu yang sesungguhnya. Jika pun tidak di dalam negeri, kekacauan terjadi di luar negeri namun memiliki dampak kuat ke dalam negeri. Kondisi tersebut bukan karena ketidakmampuan pemimpinnya, tetapi memang sudah menjadi garis sejarah yang harus dilalui Bangsa Indonesia.Bahkan jika saat masa itu terjadi namun pemimpin dengan awalan atau akhiran nama Go belum muncul, kemungkinan besar Indonesia akan terjebak dalam perang saudara akibat keinginan beberapa daerah untuk memisahkan diri sebagaimana pernah terjadi di masa lalu.

Ramalan Jayabaya Tentang Satria Piningit Atau Ratu Adil

 

Posisi pemimpin dengan nama yang berawalan atau akhiran Go sangat penting dan menentukan bagi perjalanan Bangsa Indonesia ke depan. Dia harus memiliki sikap tegas namun berwibawa sehingga mampu merangkul semua golongan. Meski tidak mengenal kompromi, namun mampu mengayomi dan memberi ketenangan pada masyarakat. (Baca juga “Inilah Calon Pemimpin Pasca Jokowi” ).

Setelah lima pemimpin dengan nama berawalan dan berakhiran yang membentuk Notonogoro mengakhiri kekuasaannya, maka lahirlah Ratu Adil sebagai penyempurna Bangsa Indonesia mencapai puncak kejayaan. Namun bisa jadi, pemimpin terakhir dalam Notonogoro tersebut yang justru berlaku sebagai Satrio Piningitsekaligus Ratu Adil.

Dalam ramalan Jayabaya, Ratu Adil disebut akan muncul dan kaki Gunung Lawu, sudah yatim piatu sejak kecil dan tidak memiliki sanak-saudara. Hal ini bisa ditafsirkan bahwa Satrio Piningit atau Ratu Adil tidak memiliki hubungan dengan kekuasaan sebelumnya sehingga bisa bertindak secara bijaksana dan adil bagi semua golongan.Jika berkaca pada sejarah masa lalu dan juga kondisi saat ini, sosok Satrio Piningit atau Ratu Adil hanya mungkin muncul dari situasi dan kondisi yang tidak normal. Sebab jika tatanan negara (demokrasi), khususnya dalam hal mencari pemimpin, berlangsung normal dengan siklus Iima tahunan, sangat sulit bagi orang-orang yang tidak memiliki ikatan dengan kekuasaan sebelumnya, untuk tampil menjadi pemimpin.

Baca juga tafsir ramalan jayabaya presiden pasca kepemimpinan Jokowi

Itulah misteri ramalan jayabaya indonesia tentang presiden ke 8dan ramalan jayabaya tentang satria piningit 
Dari uraian di atas, jangka Jayabaya masih relevan sebagai pedoman untuk mencari pemimpin Indonesia yang benar-benar bisa membawa kemakmuran, keadilan dan kesejahteraan bagi seluruh Bangsa Indonesia. Dengan demikian semboyan toto tentrem kerto raharjo - baldatun thayyibatun wa rabbun ghafur baldatun, bukan Iagi sebatas impian, tapi sudah menjadi kenyataan.(diolah dari berbagai sumber).
Share:

23 February 2017

Menguak Mitos Mistis Misteri Kegaiban Gunung Ciremai

Kupas Misteri Mistis Mitos Kegaiban Gunung Ciremai

Banyak cerita pengalaman mistis pendaki gunung ceremai yang terbilang termasuk salah satu gunung paling angker di Jawa Barat ini.Namun karena gunung ini adalah gunung tertinggi di jawa barat sehingga banyak pendaki yang merasa tertantang untuk menjelajahi hingga puncak ciremai yang tingginya sekitar 3078 mdpl.
mistis misteri gunung ciremai
  Menguak Misteri Mistis Yang Ada Di Gunung Ciremai
Disamping gunung ciremai sebagai gunung tertinggi juga gunung yang terkenal keangkerannya yang penuh misteri.Banyak kisah dari pendaki yang tersesat,melihat penampakan,hingga bahkan sampai meninggal dunia di gunung ini.Pada postingan kali ini saya akan menguak misteri keangkeran gunung ciremai berdasarkan sejarahnya.
  • Misteri Batu Lingga Gunung Ciremai

Pada jaman dahulu di saat bangsa Indonesia di jajah oleh bangsa Portugis,yang waktu itu ingin sekali membunuh para Wali yang ada di nusantara ini.Sehingga para wali termasuk Sunan Gunung Jati,dan para wali songo bersepakat untuk berunding melakukan musyawarah yaitu di Gunung Ciremai.
Perjalanan para wali menuju puncak gunung ciremai mereka lakukan lewat jalur yang sekarang dikenal jalur linggarjati yang dipandu oleh kakeknya sunan gunung jati.
karena jalur Linggar Jati sangat terjal apalagi dengan usia sang Kakek. Di tengah perjalanan, sang kakek memutuskan untuk tidak melanjutkan mendaki,dan istirahat di atas batu besar dengan duduk bersila dan mempersilakan para rombongan Walisongo untuk tetap meneruskan perjalanan mereka hingga menuju puncak Gunung Ciremai.

Bahkan, setelah para rombongan Walisongo telah selesai melakukan musyawarah dan mengajak sang kakek turun, sang kakek tidak mau turun mungkin karena dia merasa sangat malu pada dirinya sendiri. Sehingga dia di juluki Satria Kawirangan yang kata kawirangan artinya malu.Satria kawirangan memutuskan untuk tetap bertahan duduk bersila di atas batu besar tersebut yang di sebut batu lingga. Sang kakek  tetap bersemedi untuk bermunajat kepada Allah SWT.

Berdasarkan keterangan penduduk asli daerah ciremaisebut saja Mbah Saman,pemilik warung makan dan juga penginapan di jalur Linggar Jati, Sang kakek berjuluk Satria Kawirangan memutuskan menghabiskan sisa hidupnya untuk bertapa di atas batu tersebut, dalam waktu yang lama, sehingga di atas batu itu ada bekas berupa cekungan yang membentuk menyerupai jantung manusia.

Sekitar tahun 1521, Sunan Gunung Jati mendengar kabar bahwa sang kakek telah meninggal dunia.Maka untuk menghormati sang kakek yang telah bersusah payah memandu Walisongo sewaktu mendaki Gunung Ciremai, Sunan Gunung Jati pun juga memutuskan untuk bersemedi di atas batu besar, tempat kakeknya dulu bersemedi.Sampai kini, batu yang telah dipakai bersemedi oleh Sunan Gunung Jati  dikenal disebut dengan Batu Lingga.

Menurut kabar yang beredar para pendaki yang beruntung, banyak pendaki yang mengaku bahwa mereka pernah ditemui oleh seorang kakek berjubah putih di wilayah area Batu Lingga.

  • Mistis Misteri Penampakan Nenek-Nenek Di Gunung Ciremai

 

Mistis misteri yang berikutnya adalah penampakan yang sering dilihat oleh para pendaki yaitu sosok nenek-nenek yang di temani oleh dua ekor macan tutul.Nenek-nenek itu tidak lain adalah Nyi Linggi.Siapa itu Nyi Linggi kenapa begitu yakin ,baik kita simak sejarahnya.

  Berdasarkan cerita masyarakat sekitar ciremai ,Maman seorang juru kunci gunung ciremai,cerita Nyi Linggi merupakan ada sangkut pautnya dengan sunan Gunung Jati,yaitu saat Sunan Gunung Jati telah selesai melakukan semedi di batu lingga dan turun.Nyi Linggi bermaksud ikut bertapa di batu besar tersebut.Nyi Linggi meneruskan laku tapa Sunan Gunung Jati dengan ditemani dua ekor macan peliharaannya.

Akan tetapi Nyi Linggi tidak mampu alias gagal mendapatkan ilmu Kadigdayaan yang diinginkannya sehingga Nyi Linggi pun meninggal dunia sebelum menyelesaikan tapanya.Mayat Nyi Linggi ditemukan oleh masyarakat di atas Batu Lingga.Namun dua ekor macan tutul peliharaannnya tidak di ketahui kemana,sampai sekarang masih misteri.
Sampai saat ini Nyi Linggi masih dikenal dan di ceritakan turun temurun oleh masyarakat setempat.Banyak para pendaki yang menuturkan telah melihat sosok nenek-nenek yang ditemani dua ekor macan tutul disekitar Batu besar yang di sebut batu lingga.

  • Mistis Misteri Suara Gamelan Di Gunung Ciremai

Suara gamelan jawa terdengar di gunung,kalau dipikir secara logika siapa si yang mengadakan acara gamelan di tempat yang jauh dari pemukiman warga.Ya suara gamelan yang sering terdengar di gunung ciremai merupakan ulah dari para makhluk halus yang tujuannya membuat pendaki tersesat.Dengan memanfaatkan rasa penasaran para pendaki,dan padahal kalau di kita telusuri suara itu semakin kita cari suara itu semakin menjauh dan itulah yang akan membuat pendaki yang tidak fokus menjadi tersesat.Jadi lebih baik hiraukan saja.

  • Mistis Misteri Kemunculan Burung Jalak Dan Tawon Hitam Di Gunung Ciremai

Burung jalak hitam dan tawon hitam akan muncul di saat pendaki sampai di Pos 6 atau Pos Pangalap dan akan selalu mengikuti pendaki dari pos 6 sampai pos seruni.Walaupun kadang kedatangan tawon hitam itu mengganggu ,kita dilarang untuk mengusik mereka.Jika di langgar kemungkinan kamu akan mengalami kejadian yang tidak di harapkan.
Kenapa kedua binatang itu hanya ada di area pos 6 sampai seruni saja.mungkin wilayah kekuasaannya hanya 
di sekitar itu saja.Hingga kini masih misteri.

  • Mistis Misteri Tanjakan Bapa Tere Di Gunung Ciremai

Tanjakan Bapa Tere akan kamu temui jika kamu melakukan pendakian gunung ciremai lewat jalur linggar jati,sekitar di ketinggian 20200 mdpl.Tanjakan ini merupakan jalur ekstrim yang terkenal buat para pendaki ciremai,untuk menaikinya harus merangkak.Kenapa di namakan Tanjakan Bapa Tere? Ada dua jawaban yaitu:
·         Dinamakan tanjakan bapa tere karena tanjakannya sangat menyiksa untuk didaki,sebagaimana perlakuan bapa atau ayah tiri pada anak tirinya yang di kenal menyiksa
·         Dinamakan tanjakan bapa tere karena kisahnya dahulu ada seorang bapak atau ayah tiri mengajak anak tirinya naik gunung ciremai,dan saat mereka turun gunung sang ayah membunuh anak tirinya di atas tanjakan itu.

  • Mistis Misteri Gunung Ciremai Harus Menginjak Bumi

Pesan dari juru kunci gunung ciremai,Maman yaitu jika kamu telah memasuki wilayah gunung ciremai,sebaiknya berhenti dahulu,kemudian injaklah tanah 3 kali sembari ucapkan salam, , Assalamu'alaikum.Agar kita tidak diganggu oleh dedemit yang ada di gunung ciremai.

  • Mistis Misteri Kuburan Kuda Gunung Ciremai

Menurut juru kunci yang di ceritakan sesepuhnya bahwa jaman dahulu banyak manusia dan kuda yang menjadi tunggangannya meninggal karena sudah tidak kuat dipaksa kerja oleh penjajah.Yang paling terkenal kemistisannya adalah Blok Kuburan Kuda.Di wilayah ini konon katanya terdapat kuburan kuda yang dulunya milik tentara jepang. Kuda tersebut , dulunya dipergunakan oleh para kempetai jepang untuk mengontrol pekerja rodi yang dipaksa menanam kopi.kuburan ini terletak di sebelah barat jalur pendakian, hingga kini masih ada dan masih dikeramatkan oleh penduduk setempat

  • Mitos Pantangan Naik Gunung Ciremai

Jika ingin selamat melakukan pendakian ke gunung ciremai ada beberapa hal yang harus di patuhi,yaitu:
  1. Dilarang mengeluh
  2. Dilarang memegang lutut
  3. Dilarang kencing dan buang air sembarangan
  4. Diharuskan mengucap salam ketika sampai di setiap pos pendakian

Itulah Beberapa mistis misteri mitos penunggu gunung ciremai di jawa barat

jangan lewatkan Mistis misteri menguak kampung siluman gunung salak

Terlepas dari kalian percaya atau tidak dengan mitos mistis misteri yang ada di gunung ciremai ,kalian harus mematuhinya karena jika kita menjaga alam,alam juga akan menjaga kita
Share:

22 February 2017

Menguak Mistis Misteri Santet Cetik Bali Mantra Pembunuh Paling Ampuh

Mistis Mistik Misteri Nyata Santet‘’Cetik’’ Mantra Pembunuh Paling Ampuh Di Bali

Cerita mistis misteri nyata Kisahtentang santet cetik si pembunuh gaib sudah tidak asing di Bali. Ia begitu terkenal sejak ratusan tahun silam. Biasanya, pelaku cetik penganut ilmu hitam. Jaman dahulu, penganut ilmu hitam sengaja menabur racun cetik secara gaib. Inilah doa atau mantra pembunuh yang paling kesohor keampuhannya.Cerita mistis nyata terbaru  hari ini
cerita mistis nyata kisah menguak mantra santet cetik bali

Tata cara untuk menggunakan mantra cetik sangat mudah. Tinggal dibaca lalu ditiupkan pada minuman atau makanan. Bila seseorang meminum atau memàkan makanan yang sudah dibumbui mantra cetik, maka bisa dipastikan dia akan jatuh sakit sampai berujung pada kematian.

Sampai kini, di beberapa desa terpencil di Bali, keberadaan santet cetik masih sangat dipercaya. Bahkan, orang luar desa tak berani singgah dii warung yang diyakini warga penjualnya memiliki ilmu hitam cetik.Cerita mistis nyata terbaru di Indonesia

“Ya, memang cetik itu masih saja ada.
Biasanya pelaku ilmu cetik sulit bergaul. Kalau buka usaha seperti warung makanan atau minuman, jualannya tak ada yang berani membeli,” terang Mangku I Nyoman Weneh, seorang pemangku atau tokoh adat di Bali.

Sering orang tiba-tiba sakit mendadak setelah minum atau makan di sebuah warung, atau singgah di rumah orang yang menganut ilmu cetik. Gejala umum terkena cetik sakit perut, mual, muntah-muntah setelah mengkonsumsi minuman atau makanan. Dan penyebab orang melakukan cetik biasanya karena pertikaian atau salah paham. Dendam atau sakit hati menjadi faktor utama orang mengirimkan cetik.

“Ada korban cetik tiba-tiba perutnya membesar. Atau ditemukan benda-benda tajam saat korban muntah. Kalau sudah parah seperti itu, biasanya balian(dukun bali) sulit mengobati. Kalau pun bisa, peluang hidup korban sangatlah kecil,” tambah Mangku Weneh yang juga pernah menyembuhkan korban cetik.

Menguak Mistis Misteri Nyata ‘’Cetik’’ Ilmu Santet Dari Bali


Biasanya, cetik disebarkan lewat udara. Pengiriman cetik dapat melalui makanan dan minuman atau benda-benda yang berhubungan khusus dengan si pelaku seperti pakaian, helaian rambut dan peralatan makan.Cetik bisa dikendalikan pelaku kepada korbannya. Ada juga pelaku cetik yang memakai besi kuningan. Tujuannya, agar pengaruh cetikdapat dikontrol pelaku.

“Ini yang paling fatal. Korban tidak hanya menderita sakit berat. Pelaku juga dapat mempermainkan atau sengaja membuat korban meninggal secara mengenaskan. Pengaruh cetik tergantung ilmu hitam yang dikuasai pelaku. Akibat paling ringan korban cetik akan sakit kepala dan mual atau muntah,” ujar Mangku Weneh. Korban cetik banyak ditemui di desa-desa terpencil.

Di daerah terpencil seperti di Karangasem, Bali Timur, konon kabarnya banyak orang yang memiliki ilmu cetiktinggat tinggi. Pelaku cetik biasanya kaum tua. Mudah mengenali perilaku cetikini. Tatapan matanya tajam bila bertemu orang. Selalu menjauh dari keramaian warga sekitar. Posisi rumah biasanya berjauhan dengan warga lainnya.

Rahasia Mistis Mistik Misteri Nyata Santet Bali,Meracik Racun Cetik


Pengalaman ilmu cetik juga biasanya dengan membuat ramuan-ramuan khusus agar tujuan pembunuhan bisa tercapai.Ini ditandai dengan membuat ramuan-ramun khusus, yang disebut ramuan cetik.Tak sulit meracik dan membuat racun cetik. Mereka menggunakan bahan perantara seperti kuningan, besi dengan memadukan bahan (sekala) dan olah batin (niskala).

Bahan racikan racun cetik diambil dari tumbuhan seperti waluh, medang tiing. Sedang bahan ramuan cetikberasal dari ikan tertentu yang hidup dilaut seperti ikan buntek, binatang berbisa, yuyu gringsing.Nah, yang paling unik bin aneh yaitu bahan dan benda-benda logam seperti kerikan gong atau gangsa.’Termasuk organ manusia seperti tulang manusia, banyeh(air mayat).

Meski cara pembuatannya gampang, namun tak banyak orang Bali mengerti bagaimana membuat atau meramu cetik. Hanya pelaku cetik dengan ilmu hitamnya yang memahami. Maklum, ilmu hitam tak banyak orang mampu.

“llmu hitam itu tidak bisa dilakukan sembarang orang. Syarat yang harus dilakukan sangat berat. Bahkan sampai mengorbankan nyawa keluarga terdekat. Makanya tidak banyak orang mau melakukan ilmu hitam termasuk ilmu cetik (santet) di Bali,” tambah Mangku Weneh.

Kalau pun toh ada ilmu bagaimana meracik cetik dalam lontar tertentu di Bali, tapi itu pun juga tak mungkin disebarluaskan.Meracik ilmu cetik di Bali dilakukan secara sembunyi oleh pelakunya.

Pelaku harus menentukan hari baik, dilakukan pada malam-malam tertentu, persiapan sesajen atau ritual ilmu hitam. Semua bahan yang dipersiapkan diberikan mantra-mantra (jampi-jampi) yang diperoleh dari lontar.Biasanya, pelaku mengumpulkan ramuan adalah wadah khusus. Penempatan di tempat rahasia. Pengolahan bahan dan pemasupati cetik diperoleh dan lontarlontar khusus ilmu hitam. Catatan lontar ilmu hitam (cetik) juga mengajari bagaimana menyimpan dan teknik meracik ramuan cetik serta penggunaannya.

“Namun hanya orang-orang tertentu bisa melakukan ritual ilmu cetik. Bahkan, keluarga terdekat dilarang tidak melihat atau mengetahui ritual cetik yang dilakukan pelaku,” urai Mangku Weneh. Bagi pemula atau mau belajar cetik, tentu sangat disarankan agar jangan mencoba mempraktekkan ilmu cetik walau dia mampu.

Mistis Misteri Resiko  Memiliki Ilmu Santet Cetik Bali


Selain itu, bagi orang pemula yang mempraktekkan ilmu cetik, tapi kemudian orang yang dituju mempunyai ilmu anti cetik, akibatnya juga bisa parah.“Pernah ada warga yang menangkal ilmu cetik menggunakan permata anti cetik. Pelaku langsung muntah darah karena kiriman cetiknya kembali kepadanya. Itu resiko bila orang mempelajari ilmu hitam (cetik). Kadang ada orang kirim cetik, malah dibalas dengan ilmu cetik yang lebih tinggi,” jelasnya.

Mencetik orang lain biasanya hidupnya sengsara. Tingkat resiko yang harus ditanggung sampai beberapa keturunan.“Ada juga ilmu cetik turunan dari generasi sebelumnya. Itu yang banyak terjadi hingga sekarang. Ilmu hitam yang sengaja diwariskan anak atau keluarganya. Memang resiko yang ditanggung mengerikan. Beberapa kasus cetik di Bali berakhir tragis yang korbannya masih terikat keluarga sendiri,” papar Mangku Weneh

Mistis Misteri Nyata Mengetahui Rahasia Cara Kerja Mengirim Santet Bali Cetik


Mengirimkan cetik dengan berbagai cara. Ada yang langsung, ada yang memakai perantara. Cara langsung cetik yaitu mantra-mantra dicampur pada makanan dan minuman. Ada juga cetikdipasang (ditanam) di halaman atau pekarangan rumah

Untuk makan atau minuman pelaku mencelupkan jarinya yang diolesi cetiksambil mengucapkan mantra-mantra. Cara lain, melentikkan kukunya ke makanan dan minuman, gelas, piring, sendok atau peralatan makan.Sedangkan, cara yang tidak langsung hanya mengucapkan mantra-mantra dan ritual ilmu cetik, maka cetik segera terkirim.

Cetik kiriman jarak jauh bisa dilakukan lewat perantara benda-benda milik korban. Pelaku menaruh barang yang sudah diberi mantra cetik atau disentuh ke tempat korban. Ia mengendalikan cetik dari jarak jauh.Kadang orang yang punya penolak cetiksaja, cetik tetap sampai ke korban,” kata Mangku Weneh mengingatkan hati-hati berkunjung ke daerah yang belum dikenal di Bali.

Mistis Misteri Nyata Ciri-Ciri Orang  Yang Memiliki Ilmu Santet Cetik Bali


Rata-rata pelaku ilmu cetik adalah perempuan tua. Kuku mereka panjang dan tak terurus. Hitam dan kotor. Rambut panjang dan dibiarkan kumal dan bau. Mereka umumnya tak bisa mengurus dirinya. Cara berpakaian juga asal-asalan.
cerita mistis menguak rahasia orang yang memiliki ilmu santet

“Kalau ada warga yang seperti itu, kita tidak perlu terlalu menghiraukan. Kalau kita sampai menatap lama matanya, bukan tidak mungkin ada yang ia inginkan dari kita. Sebaliknya menghindar dan menjauh saja,” pesan Mangku Weneh seniusPaling mudah untuk memastikan apa seseorang memiliki ilmu hitam (cetik) atau tidak. Ciri-ciri mereka sudah begitu kentara. Warga Bali faham benar tanda-tanda orang yang melakoni cetik.Malah, lewat tatapan matanya saja, cetik bisa dikirimkan ke kita. Makanya, orang takut berbelanja diwarung-warung pinggir jalan di desa-desa terpencil di wilayah Bali Timur.

Rahasia Mistis Misteri  Nyata Menghindari Ilmu Santet Cetik Bali


 Bagaimana cara menghindari? Agar terhindar dari upaya diserang cetik,paling mudah adalah menghindarinya. Jangan sesumbar atau menyombongkan diri. Mereka senang mengirimkan cetik kepada orang yang sok pamer, atau sok kuat.

Bila punya benda “gaib” menolak cetik, jangan ditunjukkan. Mereka suka mencoba ilmunya kepada orang yang memiliki penangkal cetik. Bila membeli atau dipersilahkan minum atau makan, di warung pemilik ilmu cetik ,pegang gelas dan piring letakkan jari manis dibawah gelas dan piring sambil tahan napas.Berdoa agar terhindar dari racun yang mungkin anda makan atau minuman.

Untuk menolak cetik juga ada mantrayang bisa diambil dari sari lontar. “Ong Sang Hyang Brahma, Pinaka urip wetengku. Sang Hyang Siwanirmala Angadeg ring jiwanku. Wisnu iswara anglebur sahananing kapangan kenum. Sastra MangAng Ung Mang ah amunah wasia cetik, ring nabiku akupul sawiji. Poma poma poma, kedep mandi mantranku Ong Ong Ong
Sebelum minum atau makan, baca mantra itu dengan penuh kepercayaan dan keheningan hati dan pikiran.Mantra penolak cetik bisa diucapkan berulang kali. Oleskan iduh bang atau ludah dengan jari tengah pada selagan lelata (diatas hidung, antara alis). Atau iduh bang di telan sebanyak tiga kali. Semoga lewat mantra penolak cetik ini kita akan terhindar dari kiriman cetik yang sangat ganas serta mematikan.

Jangan lewatkan Mistis Misteri Mantra Pembangkit Gairah
Nah itulah Menguak Mistis Misteri Nyata ‘’Cetik’’ Ilmu Santet Dari Bali,dari cara meracik racun santet cetik,resiko memiliki ilmu santet cetik,resiko terkena santet cetik dan cara menghindari santet cetik Bali
Share:

Cerita Kisah Legenda Gunung Halat Kumpulan Dongeng Indonesia

Cerita Legenda Indonesia Asal-Usul Gunung Halat

                Kisah cerita legenda asal-usul gunung di  Indonesia salah satunya adalah Gunung Halat. Pada zaman itu, ditengah-tengah belantara yang diapit oleh pegunungan, tampak raksasa bernama Tilan yang sedang bertapa dengan tubuh berbalut kuilt kayu. Bukan kesaktian yang diharapkan, di usianya yang empat puluh lima tahun, ia belum juga mendapatkan pasangan hidup.
cerita kisah legenda asal-mula terjadinya gunung halat

Entah sudah berapa tahun Tilan duduk dengan tekun di tempat itu. Hingga suatu hari, seorang raksasa tua dengan suara menggelegar mengusik tapanya; “Apa yang. kau lakukan di sini anak muda?”Getaran suara sang raksasa tua mampu membuat tubuh Tilan terjengkang beberapa meter. Tilan terbangun dengan hati bertanya-tanya. Setelah tenang, dengan santun, Tilan pun bertanya; “Maafkan saya karena tidak menyambut kedatangan Tuan. Dengan siapakah saya berhadapan’

“Aku Marlung, Penguasa hutan dan pegunungan di wilayah ini Jawab pertanyaanku dengan jujur, untuk apa engkau bertapa di sini?” Jawab sang raksasa tua sambil balik bertanya.
“Saya sedang memohon untuk mendapatkan jodoh,” jawab Tilan.
“Teruskan tapamu anak muda, dan setelah dua belas purnama, saya akan kembali kesini,” kata Marlung.

Tilan hanya tergugu. Kebingungan mulai melanda hatinya, kini, perasaannya menjadi lega. Ternyata, ia tak hidup sendiri di dunia. Dan dewata pasti menciptakan sosok bertubuh besar berkelamin wanita seperti dirinya.Waktu terus berlalu, mendadak, Tilan terusik untuk kedua kalinya ketika telinganya menangkap suara hardikan perempuan; “hai siapa engkau dan sedang apa di sini’’

Legenda misteri cerita dongeng asal-usul gunung halat


Tilan yang tersadar langsung menarik napas dalam-dalam beberapa kali, kemudian menjawab dengan santun sambil perlahan-lahan membuka matanya; “Saya sedang memohon untuk mendapatkan jodoh dan baru tujuh belas purnama bertapa di tempat ini.”Di depannya tampak sosok perempuan bertubuh raksasa dengan rambut yang tak beraturan dan menutup tubuhnya dengan kulit kayu. Pandangannya tajam menembus relung hati, suaranya pun menggelegar.

Setelah sejenak memperhatikan Tilan, kembali terdengar suaranya; “Baik anak muda dan teruskan tapa bratamu.Belum lagi gema suara itu hilang, perempuan raksasa itu sudah enyap seolah ditelan bumi.Kedatangan perempuan tua raksasa itu membuat Tilan makin yakin, masih ada perempuan muda raksasa lainnya yang diciptakan dewata untuknya. Soalnya, dewata telah menciptakan manusia berpasang-pasangan.

Pada suatu hari, telinga Tilan yang sudah terbiasa dengan bunyi-bunyi di sekitarnya mendengar senandung kecil di antara suara burung dan dedaunan yang gemerisik ditiup angin. Penasaran, ia bangkit dari pertapaan dan menyusuri jalan, menyibak rimbun dedaunan dengan perlahan.Langkah kakinya terhenti, saat mendengar senandung perempuan cli balik rumpun bambu. Ia ingin tahu, siapa pemilik suara itu.

Sesaat Tilan terpaku. Rasa penasaran membuatnya mendekat dengan hati-hati, agar kehadirannya tak diketahui gadis cantik bertubuh raksasa berkulit bersih, berambut panjang, hitam dan legam, yang jika berdiri mungkin panjang rambutnya mencapal tumit.
cerita legenda asal usul gunung halat

“Siapa itu. .?!” seru gadis raksasa itu saat melihat kehadiran Tilan.
“Maafkan aku. Suara nona yang merdu membuatku datang kemari. Suara nona ternyata secantik orangnya..,” jawab Tilan sambil menampakkan diri.
“Siapa kamu? Beraninya mengintipku? Apa maksudmu?”
“Namaku Tilan. Aku bertapa di Iembah sebelah sana. Aku ingin minta petunjuk kepada dewata tentang jodohku. Nah, pertanyaan nona sudah kujawab. Sekarang, giliran nona. Siapa nona, dan dari mana?”
“Namaku Ambar, asalku di sebelah bukit ini. Orang tuaku bernama Mratung,” sahut perempuan itu dengan nada lunak.

Kisah Legenda cerita asal-usul dongeng gunung halat


Tilan lega, tapi kaget setelah tahu, bahwa gadis raksasa itu adalah putri orang tua raksasa yang pernah menemuinya. Saat mata Tilan beradu pandang dengan mata Ambar, dadanya berdegup kencang. Begitu pula Ambar. Wajah gadis raksasa itu bersemu merah, tertunduk malu tersipu-sipu.
“Ambaaar
Suara yang nyaring dan menggelegar tiba-tiba memanggil nama gadis itu. Suara itu merontokkan dedaunan kering di atas pepohonan. Demikian nyaringnya suara itu, membuat sepasang muda-mudi yang sedang beradu pandang itu tersentak ke belakang, hingga jarak mereka berjauhan.Belum hilang rasa kagetnya, Tilan dikagetkan lagi dengan kehadiran pemuda bertubuh raksasa berbaju kulit kayu. Pemuda itu berdiri tegap dan tegak, dengan mata kemerahan, Iangsung membentak,
“Siapa kamu?”
“Aku, Tilan. Anda sendiri, siapa?”
“Aku Marlung, putra Mratung, penguasa wilayah ini. Mengapa kau mengganggu adikku!?”
“Maaf, tapi aku tak melakukan apa-apa. Kami baru saja berkenalan.”
“Apa maksud kedatanganmu?!”
“Mencari jodoh. Tak disangka, di sini bertemu dengan keluarga bertubuh sama besar denganku, dengan anak gadisnya yang cantik.”
“Apa maksudmu?!”
“Aku ingin menyuntingAmbar,”jawab Tilan terus terang.

Marlung tampak kurang senang. “Kami tinggal satu kelompok. Semuanya raksasa. Pergilah ke sebelah bukit sana, akan kau jumpai raksasa seperti kami. Di sana juga banyak gadis raksasa. Jika ingin menyunting adikku, kau harus adu ilmu denganku dulu. Agar kami tidak salah pilih. Engkau dari mana, keluarga siapa?!”Tilan berpikir sejenak. Selama bertapa, hanya Ambar raksasa perempuan yang pernah ditemuinya. Jika perempuan itu memang jodohnya, adu kesaktian untuk mendapatkannya cukup sepadan.

“Baiklah. Aku yakin, Ambar adalah jodohku. Mari kita bertarung...”Tilan dan Marlung kemudian adu kesaktian.
cerita legenda asal usul gunung halat
Bagi Ambar, menyaksikan pertarungan seperti itu sudah biasa. Sebab, ia dibesarkan dalam adat istiadat seperti itu. Pertarungan itu menumbangkan pepohonan, akibat terkena pukulan dan tendangan keduanya. Perkelahian mereka berlangsung siang-malam, berhari-hari, berminggu-minggu, berbulan-bulan. Semakin lama, arena perkelahian mereka semakin meluas, mendekati Iembah tempat Tilan bertapa.

 Dalam satu kesempatan, keduanya mengeluarkan ilmu tingkat tinggi. Saat keduanya mengangkat tangan, keluar cahaya putih menyilaukan mata, lalu mereka melontarkannya dan beradu di udara. Hawa panas pukulan itu mengenai sebatang pohon besar. Pohon itu Iangsung hangus dan terbakar, terbelah dua dengan warna berbeda. Belahan pohon pertama yang berwarna merah roboh ke arah utara, yang kehitaman roboh ke selatan.

Saat pertarungan telah berlangsung tiga purnama dan mencapai puncaknya, mereka masing-masing mengeluarkan ilmu beralih rupa. Tilan berubah wujud, menjadi ikan bermulut lancip, dengan punggung berduri tajam tanpa sisik; sementara Marlung menjadi belut besar berkepala mirip ikan gabus, bertubuh bulat dan panjang.

Cerita Kisah Legenda Dongeng asal-usul gunung halat


Keduanya menceburkan diri ke dalam kolam. Di dalam kolam, keduanya membelit dan saling tusuk dengan senjata masing-masing. Air kolam keruh menjadi lumpur, bergolak dan mengeluarkan gelombang udara.Saat itulah Mratung dan Ambar datang.Mratung murka dan membentak keduanya agar menghentikan perkelahian. Namun, keduanya tak menghiraukan.

“Kalau kalian tak henti berkelahi, kalian takkan kembali ke wujud semula...!” seru Mratung.Sambil mengangkat kedua tangannya, Mratung mengucapkan mantra. Tangannya mengeluarkan cahaya keemasan. Cahaya itu diarahkannya ke kolam. Air kolam yang semula keruh berlumpur dan bergolak, tiba-tiba menjadi tenang. Mratung memisahkan tubuh keduanya yang kelelahan, dan berkata, “Untuk selamanya, wujud kalian akan begini! Kalian harus pergi dari kolam ini!”

Dengan tubuh Iemah lunglai, keduanya pergi meninggalkan tempat itu, masingmasing ke arah utara dan selatan, membuat jalan dengan sisa-sisa tenaganya. Dan jalan yang mereka buat, terbentuk dua aliran sungai. Sungai di utara kini dinamakan Sungai Mahiri, yang banyak ikan marlungnya. Tapi, di sungai itu tidak ada ikan tilan. Sebaliknya, sungai di selatan kini dikenal sebagai Sungai Pupuh. Di dalamnya, banyak ikan tilan, tapi tak ada ikan marlung.

Dari cerita orang-orang tua, dahulu di perbatasan Gunung Halat ada pohon besar bercabang dua, yang berbeda jenis dari warna daunnya. Konon, itulah pohon yang pernah terbelah dua akibat perkelahian Tilan dan Marlung. Pohon itu hanya dapat dilihat oleh orang-orang yang mempunyai ilmu kebatinan. Kini, daerah itu menupakan perbatasan Provinsi Kalimantan Timur dengan Provinsi Kalimantan Selatan.

Jangan lewatkan kisah legenda burung garuda raksasa pemangsa manusia
Itulah salah satu cerita kisah legenda dongeng asal-usul di Indonesia yaitu Gunung Halat yang ada di Pulau Kalimantan.
Share:

21 February 2017

Cerita Kisah Misteri Mistis Mantra Pembangkit Gairah Terbaru

Cerita Mistis Nyata Misteri Mantra Pembangkit Gairah

Kisah mistis misteri terbaru.Ia terlahir sebagai anak tunggal dari keluarga yang cukup berada. Kebetulan, sejak dalam kandungan, papa dan mamanya berkeinginan untuk memiliki anak lelaki agaknya, itulah sebabnya kenapa Aryu, demkian panggilan kesayangannya tumbuh menjadi anak yang tomboi. Apalagi, sejak kecil, tak ada satu pun boneka atau jenis mainan perempuan lainnya yang disentuhnya.
cerita misteri mistis kisah horor hantu mantra pembangkit gairah
Kisah misteri.Seiring dengan perjalanan sang waktu,ketika menginjak remaja, Aryu pun tidak berubah sama sekali. Inilah yang membuat papa dan mamanya mulai khawatir.Begitu memasuki perguruan,aIih-alih berubah, kini, Aryu seolah tenggelam dalam kehidupannya sendiri. Sebagai salah seorang anggota pecinta alam di kampusnya, tiap liburan, ia pasti mendaki gunung atau menjelajah hutan Singkat kata, hampir semua gunung dan hutan belantara pernah didaki atau dijelajahinya.
Papa dan mama benar-benar tak bisa berkutik, apa lagi, anak semata wayang  yang tomboi itu mampu mempertahankan bahkan sesekali meningkatkan prestasi akademiknya. Walau sebagai anak tunggal dan hidup dalam gelimang kemewahan,ternyata, Aryu benar-benar sadar akan artinya tanggungjawab. Ia tak mau menyia selalu nyiakan kepercayaan papa dan mamanya yang begitu mencintainya.cerita mistis nyata terbaru

Hingga pada suatu malam minggu, sang papa pun bertanya dengan nada menggoda; rasanya tiap malam Minggu kok gak ada tamu yang datang ya?”
“Maksud papa? Tanya Aryu dengan nada ingin tahu.
“Wow ... ternyata anak papa belum punya pacar sahut sang papa sambil bergelak.
“Oh ... kalau yang itu, nanti saja deh - mikirnya. Pa ... Ma, Aryu mau bebas dulu ya. Nanti kalau sudah selesai kuliah, .baru mikir” jawab Aryu sambil terus asik membaca buku.
“Ingat usiamu nak”, kata sang mama dengan nada memelas.
Sebagai seorang ibu, tentunya ia takut jika anak satu-satunya itu sama sekali tidak tertarik dengan Iawan jenisnya. Diam-diam hati Aryu berdesir, ia sangat terpukul melihat wajah sang mama yang tampak muram. Mendadak, di kepalanya melintas wajah Andri, teman kuliahnya yang juga pecinta alam.
‘Ah ...,“ hanya gumaman itu yang terlontar dan mulutnya.
Esoknya, di kampus, Aryu tampak asyik menikmati bakso di kantin dengan ditemani Andri. Keduanya berceloteh tentang pengalaman-pengalaman lucu yang dialami waktu mendaki atau menjelajah hutan. Ketika akan berpisah, dengan terbata-bata, Andri pun berkata; ‘Yu ... boleh gak gua maen ke rumah lu?”
“Dateng aja kapan Lu mau,” jawab Aryu sekenanya.
Malamnya, ketika Aryu sedang duduk-duduk di ruang keluarga, Mbok Nah yang selama ini bekerja di keluarga itu datang dengan tergopoh-gopoh; “Den Aryu, ada temennya nunggu di Iuar
‘Suruh masuk Mbok, sebentar Iagi aku keluar,” jawab Aryu. Sementara itu, papa dan mamanya saling tatap dengan pandangan penuh arti. Ye ... selama ini, belum pernah ada satu pun orang yang datang khusus untuk menemui putri tunggalnya itu.
“Eh . gua kira lu ngomong doang,” demikian kata Aryu ketika melihat Andri sudan duduk di beranda rumahnya.
Andri tak dapat berkata apa-apa, kecuali hanya tersenyurn.
“Masuk . biar gua kenalin ma bonyok (bokap, nyokap = papa dan mama)” ajak Aryu. Jadilah Andri bak kerbau dicucuk hidung. Ia mengikuti Aryu menuju ruang keluarga.
“Papa ... Mama, kenalin temen aku,” kata Aryu sambil mendekati kedua orang tuanya.
Andri pun menjabat tangan ke dua orang tua Aryu sambil menyebutkan namanya.
“Silakan duduk, kalau mau di beranda juga silakan,” kata sang papa dengan sumringah.
Aryu dan Andri saling berpandangan. Akhirnya, keduanya memutuskan untuk duduk di beranda. Dan beberapa saat kemudian, terdengar tawa riang Aryu. Sang papa dan mama saling berpandangan dengan senyum dikulum.
“Mudah-mudahan, Andri adalah sosok yang kita harapkan..Setia dan bertanggungjawab,” demikian gumam sang papa.
“Amin,” ujar sang mama, “mudah-mudahan, Andri bisa menerima Aryu apa adanya,” imbuhnya dengan penuh harap.
Tepat lonceng jam berdentang sepuluh kali, Andri kembali mendatangi untuk mohon diri.
“Om ... Tante, saya mohon diri dulu,’ demikian kata Andri sambil membungkukkan badannya.
“Hati-hati di jalan,” demikian kata ke dua orang tua Aryu hampir bersamaan.
“Terima kasih Om ,.. Tante balas Andri                                  
sambil berjalan keluar.
“Yu ... gua balik dulu ya,” kate Andri.
“Ati-ati lu, jangan ngebut,” sahut Aryu sambil tersenyum.
“Yups,” balas Andri sambil menaiki motornya. Aryu memperhatikan punggung Andri sampai menghilang di tikungan. Entah kenapa, sekali ini hatinya merasa kehilangan begitu Andri tak ada di sisinya.
Waktu terus berlalu. Hubungan Andri dan Aryu pun semakin dekat, bahkan, ke dua orang tua masing-masing sudah saling mengenal.Tampaknya, satu sama lain berkeinginan agar hubungan ke dua anak mereka dapat berlanjut sampal ke jenjang pernikahan.
Keinginan para orang tua akhirnya terkabul.Tiga bulan setelah wisuda dan Aryu mulai duduk di perusahaan ekspor impor milik sang ayah, Andri yang juga baru mulai bekerja sebagai salah seorang supervisor di salah satu lembaga keuangan, melangsungkan pernikahannya.

Cerita Misteri Terbaru Menggunakan Mantra Pembangkit Gairah Untuk Istri Yang Dingin


Pesta yang digelar benar-benar meriah. Selain sahabat dan kenalan ke dua orang tua masing-masing serta para sahabat pecinta alam dan teman-teman kampusnya, para undangan lainnya pun turut datang untuk memberikan restu kepada kedua mempelai.
Hampir semua teman-teman pecinta alam tidak menyangka jika yang bersanding malem itu adalah Andri dan Aryu. Betapa tidak, selain Aryu tomboi dan dingin terhadap lawan jenis, Andri pun dikenal sebagai sosok yang amat tenang sehingga hampir semua orang tak tahu apa yang tengah dirasakan atau dipikirkan olehnya.
“Gila ... mudah-mudahen Andri dan Aryu abadi sampai akhir zaman,” demikian doa tulus mereka.
MaIamnya, Andri hanya tersenyum dan sesekali menarik napas panjang. Tampaknya, ia tengah berusaha mencari kesempatan. Andri tempak tercenung sesaat, dan meniup telapak tangan kanannye sebelum mendaratkan ciuman hangat di bibir Aryu.Aryu terdiam sesaat, dan kemudian membalas ciuman hangat suaminya.
Lidah keduanya menyatu dan pakaian yang dikenakan telah berserak kemana-mana.Untuk kesekian kalinya, seolah ingin meyakinkan,Andri meniup telapak tangan - kanannya sebelum disapukan ke Miss V sang istri.
Kini, tak ada Iagi Aryu yang tomboi yang ada adalah sesosok wanita yang tengah dilanda birahi yang teramat sengat dan ingin segera meneguk manisnya madu cinta. Lenguhan kepuasan langsung terlontar dan bibir keduanye ketika tepat di atas puncak pendakian, bersamaan dengan gunung yang memuntahkan Iaharnya.

Kisah Misteri Mistis Mantra Pembangkit Gairah


Ya ... diam-diam, sebelum menikah, Andri menemui pamannya yang diwaktu muda dikenal sebagai sosok yang sering berganti-ganti pasangan. Dan sang paman, Andri mendapatkan amalan kelak untuk membangkitkah gairah istrinya, setelah menghitung nama Aryu, maka, sang paman mengingatkan; “Baca sambil tahan napas dan tiupkan ke telapak tangen kanan dan sapukan ke Miss V istrimu”.
“Agar gairahnya berkober, sesuai dengan hitungan namanya, maka, lakukan tiga kali,” imbuh sang paman.
“Baik Paman, apa doanya?” Potong Andni penasaran.
Sang paman hanya tersenyum, lalu katanya; “Hai Ibnussalem, keluar engkau dari lubang Fatimah, Jilatunnaim ingin masuk!”
“Nah itulah amalannya, tetapi, pada pelaksanaannya harus menghitung jumlah nama masing-masing, agar apa yang diharapkan dapat maksimal,” demikian lanjut sang pamen. Dengan kata lain, tidak semua orang bisa mengamalkan ilmu ini, walau, mereka telah hafal di luar kepala.sumber:misteri.

 Baca Juga Cerita Mistis Nyata akibat berhubungan intim dengan peri  jin siluman hingga hamil
Itulah kisah cerita mistis misteri menggunakan mantra pembangkit gairah untuk wanita yang tomboi
Share:

20 February 2017

Cerita Mistis Mitos Ritual Berburu Kecantikan Di Telaga Madirda

Cerita Mistis Misteri Mitos Berburu Tuah Kecantikan Di Telaga Madirda

Mungkin ada orang yang beranggapan, bahwa cerita Sugriwa dan Subali dalam pewayangan hanyalah mitos yang melegenda belaka. Namun bagi sebagian besar warga Desa Kembang, Kecamatan Karangpandan, Karanganyar, Jawa Tengah kisah itu benar-benar terjadi. Buktinya di sana ada beberapa petilasan yang menguatkannya Bahkan kini Telaga Madirda diburu perempuan pendamba kecantikan dan awet muda dengan cara kungkum.

cerita mistis misteri berburu kecantikan di telaga
Areal di sekitar telaga Madirda yang berada di sudut Desa Kembang Karangpandan ini ada sejumlah petilasan berupa telaga, tempat pertapaan, batu penutup gua yang konon digunakan bertapa Sugriwa, salah satu tokoh pewayangan yang berwujud kera. Selain itu juga ada batu besar dalam cungkup yang dipercaya sebagai cupu manik astagina (batu jelmaan Dewi Dewi Indradi saat dikutuk suaminya, Gotama).cerita mistis nyata terbaru

Telaga yang berasal dari mata air tanah Gunung Lawu. Aliran mata air tanah tersebut mengalir langsung dari bukit melalui pancuran yang membentuk telaga.Sehingga air tersebut jernih dan di telaga itulah para wanita pendamba kecantik melakukan ritual kungkum. Para pelaku ritual supranatural meski kebanyakan perempuan, tetapi juga orang-orang yang berharap kekebalan kulit tubuhnya, sehingga tidak tedas tapak palune pande (tahan serangan benda tajam maupun benda tumpul).

“Apalagi menjelang pada masa pemilu, telaga ini banyak dikunjungi pelaku ritual, untuk menyongsong pemilihan calon-calon pemimpin yang diramalkan bakal terjadi ketegangan dan kerusuhan sehingga membutuhkan kekebalan secara fisik,” ujar Gus Aryo, salah satu spiritualis asal Solo ini.

Cerita Mistis Ritual Kecantikan Di  Telaga Madirda


Menurut Gus Aryo yang sering mendampingi dan membimbing orang yang ingin melakukan lelaku di Telaga Madirda  mengungkapkan, syarat untuk melakukan ritual kekebalan tubuh ini paling tepat pada malam Jum’at Wage dengan ritual pada tengah malam. Dengan syarat membawa dupa wangi, minyak japaron, benda bertuah, baik itu berupa batu akik, keris atau tumbak, kalung, maupun gelang. Benda-benda bertuah tadi dicampur dengan bunga sedap malam untuk disanggarkan di cupu manik astagina selama lelaku ritual.

“Kalau bisa benda bertuah yang akan disanggarkan ukurannya tidak terlalu besar, karena nanti untuk dikenakan atau diselipkan ke tubuh sebagai gembolan,” kata Gus Aryo,sembari menambahkan, benda-benda bertuah itu setelah diberi rapal dan disanggarkan akan berisi mahkluk gaib yang masuk dalam benda tersebut sebagai pusaka. Dengan demikian, kata Gus aryo, akan mampu melindungi serangan secara fisik maupun secara gaib dari orang yang berniat jahat kepada si pemegang benda bertuah ini.

Dijelaskan, benda-benda itu, memang awalnya tidak ada penunggu gaibnya, namun setelah disanggarkan semalam suntuk, niscaya memiliki tuah. Awalnya para pelaku ritual, sebelum melakukan semadi di dalam cungkup cupu manik astagina yang berada di sisi kiri telaga, tepat di atas bukit, disarankan untuk mandi keramas. Hal ini dimaksudkan sebagai Iangkah pensucian diri. Setelah menjalani ritual mandi keramas dan kungkum, di pancuran yang berada di sudutTelaga Madirda, baru kungkum di tengah telaga, dengan durasi sekitar satu jam lamanya.kisah misteri nyata terbaru

Dalam melakukan ritual kungkum, diharapkan bisa semadi dengan konsentrasi satu arah melalui batinnya untuk menyampaikan permohonan kepada Tuhan, agar selamat dari gangguan makhluk gaib yang suka mengganggu, berupa siluman di sekitar lokasi itu. Memang, kata Gus Aryo, orang yang menjalani ritual kungkum sering di ganggu siluman, ada yang berujud ular besar, harimau putih yang seolah-olah siap untuk memangsanya. “Namun hewan itu hanya hewan jadi-jadian yang akan menghilang, ketika kita tidak mengusiknya atau merasa takut,” ujarnya

Sebab kalau merasa ketakutan, akan memecah konsentrasi semadi. Dengan pikiran dan batin tenpecah, maka permohonan itu tidak akan terkabulkan. Bahkan salah-salah (misalnya, melawan siluman itu) orang tadi bisa kesurupan roh jahat, sehingga mengganggu orang yang semadi lainnya. Maka, lanjut Gus Aryo, para ritualis harus mengetahui kunci atau bacaan rapal sebagai kunci penolak gangguan gaib. Nah, seusai melakukan ritual kungkum, baru masuk dalam cungkup yang berisi cupu manik astagmna.

Di dalam cungkup di depan batu cupu manik astagina itu pelaku ritual untuk menyampaikan maksudnya secara batin, setelah membakar dupa dan menyanggarkan benda bertuah yang dibawanya. Selanjutnya, peritual segera keluar dari cungkup dan baru boleh mengambil benda bertuah itu saat menjelang fajar menyingsing. Begitu pula bagi perempuan yang berharap kecantikan dan awet muda juga harus melakukan pensucian diri dengan kungkum di Telaga Madirda.“Perbedaanya, perempuan itu tidak perlu membawa benda bertuah, namun harus membasuh muka 7 kali dengan rapal tertentu,” jelasnya

Cerita Misteri Legenda Pewayangan Subali Dan Sugriwa


Dalam pewayangan Jawa, Subali dan Sugriwa pada mulanya terlahir sebagai manusia normal. Keduanya masing-masing bernama Guwarsi dan Guwarsa. Mereka merniliki kakak perempuan bernama Anjani. Ketiganya dari hasil perkawinan antara Resi Gotama dengan Dewi Indradi yang tinggal di Pertapaan Agrastina. Pada suatu hari Anjani, Guwarsi dan Guwarsa berselisih memperebutkan cupu milik ibunya yang luar biasa indahnya. Hal itu diketahui Gotama,suaminya.Indradi pun dipanggil dan ditanya dari mana cupu tersebut berasal.

Gotama sebenarnya mengetahui kalau cupu itu adalah benda kahyangan milik Batara Surya yang bernama cupu manik astagina. Indradi yang ketakutan hanya mampu terdiam, tak mau menjawab pertanyaan suaminya. Gotama pun marah, karena merasa dikhianati dan mengutuk istrinya itu menjadi tugu. Ia lalu melemparkan tugu tersebut sejauh-jauhnya, sampai jatuh di perbatasan Kerajaan Aléngka. Meskipun kehilangan ibu, ketiga anak itu seolah tak menghiraukan, mereka tetap saja mernperebutkan cupu manik astagina. Gotama pun membuang benda itu jauh-jauh. Tanpa sepengetahuan siapa pun, Cupu Astagina jatuh di sebuah tanah kosong dan berubah menjadi telaga. Yang selanjutnya disebut Telaga Madirda.

Guwarsi dan Guwarsa begitu sampai di dekat telaga itu segera menceburkan diri, karena mengira cupu yang mereka cari jatuh ke dalamnya. Seketika itu juga wujud keduanya berubah menjadi wanara atau kera. Sementara itu, Anjani yang tiba di telaga itu belakangan, merasa kelelahan dan kepanasan. Ia pun mencuci muka menggunakan air telaga tersebut. Akibatnya, wajah dan lengannya berubah menjadi wajah dan lengan kera. Anjani, Guwarsi, dan Guwarsa menghadap Gotama dengan perasaan sedih. Ketiganya pun diperintahkan untuk bertapa menyucikan diri, Anjani bertapa di Telaga Madirda.

Dari hasil olah batin dengan bertapa itu, maka Anjani bertemu Batara Guru dan memperoleh seorang putra bernama Hanoman. Sementara itu Guwarsi dan Guwarsa yang telah berganti nama menjadi Subali dan Sugriwa masing-masing bertapa di Gunung dan Hutan Sunyapringga. Ketiga anak Gotama tersebut berangkat ke tempat tujuan masing-masing. Sesuai petunjuk ayah mereka, Anjani bertapa dengan gaya berendam telanjang seperti seekor katak, Subali menggantung di dahan pohon seperti seekor kelelawar, sedangkan Sugriwa mengangkat sebelah kakinya seperti seekor kijang.

Cerita Mistis Mitos Pewayangan Subali Dan Sugriwa Bukan Sekedar Cerita


 Dari kisah tersebut,di lingkungan telaga Madirda yang ada di Dukuh Kembang semua petilasan yang disebutkan semuanya ada, baik hutan tempat Sugriwa dan subali bertapa, telaga tempat kungkum Anjani, maupun cupu manik astagina. Dengan demikian warga di sana sangat yakin kalau Telaga Madirda tersebut sangat berhubungan erat dengan kisah pewayangan tadi. Memang cerita mitos itu kadang mampu melegenda dan dipercaya keberadaannya. Hanya sayangnya Telaga Madirda sebagai salah satu aset wisata Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah ini belum digarap secara optimal pihak pemerintah setempat.

Padahal suasana di sekitar telaga itu cukup baik, bersih, berudara dingin yang berada di lereng Gunung Lawu, sehingga menimbulkan suasana asri dipandang mata. Apalagi area Telaga madirda ini berada di sudut pedesaan yang jauh dari pemukiman penduduk. Hanya sayangnya, jalanan di pinggir area menuju Telaga Madirda itu masih sempit, terjal, dikerumuni tumbuhan liar yang tak teratur dan licin pada musim hujan begini.

“Jalan itu hanya cukup untuk satu arah sepeda motor saja, sehingga perlu dilebarkan sehingga bisa untuk simpangan kendaraan lain,” tutur Gus Aryo yang juga pemandu wisata Kraton Surakarta.

Di samping itu area di pinggir telaga juga masih sangat sempit, sehingga kurang nyaman untuk nglaras wisatawan, sambil menikmati pemandangan yang ada di sekitarnya. Untuk itu warga setempat juga berharap Pemda Karanganyan melalui Dinas Pariwisata untuk segera membangun jalan sepanjang kurang lebih 0,5 kilo meter dengan aspal atau bentuk Paving. Malah saking sempitnya jalan, maka tidak mampu untuk masuk mobil. Pepohonan besar yang rimbun yang berada di pinggir telaga juga masih jarang dan belum tertata, sehingga kesulitan mencari tempat berteduh pengunjung.

Padahal, jika pemerintah setempat mau membangun area sekitan Telaga Madirda, masyarakat setempat yakin akan tambah ramai pengunjung yang bukan saja hanya sebagai wisata ritual saja,.tetapi juga wisata pegunungan. Dengan demikian akan menambah PAD (pendapatan asli daerah) pemerintah setempat. Selanjutnya, juga bisa untuk menambah penghasilan warga yang tinggal disekitarnya, baik untuk menjadi tukang parkir kendaraan bermotor, penyewaan tikar, juga pemandu wisata serta pemberdayaan tenaga lain di sekitar area telaga tersebut.

Hal ini juga dibenarkan Supadi (58), salah satu warga Desa Kembang Karanganyar yang ditemui secara terpisah mengatakan. Sebagai penduduk asli setempat, dia mengkhawatirkan masa depan keturunannya yang dalam perkembangan akan semakin banyak, akan kesulitan mencari pekerjaan dengan mapan, karena warga setempat jauh dari tempat pendidikan yang memadai, karena lokasinya berada lereng gunung yang jauh dari perkotaan. “Kami merasa was-was dengan masa depan anak-anak kami, karena sekarang saja banyak pemuda di sini yang menganggur,” keluhnya

Baca Juga cerita sukes rahasia pesugihan para pedagang batik
Itulah penjabaran dari tempat untuk ritual kecantikan bagi wanita agar selalu terlihat bercahaya dan awet muda
Supadi juga mengatakan, sesuai dengan cerita dari mulut ke mulut dan nenek moyangnya, kisah tentang Telaga Madirda tersebut masih ada hubungannya dengan cerita pewayangan dengan lakon Sugriwa— Subali. Memang ada orang yang menganggap kalau kisah itu hanya sebagai mitos yang melegenda. Tetapi warga setempat sangat yakin, kisah yang melatarbelakangi area Telaga Madirda tersebut sebagai cerita yang bisa menjadi kenyataan.
Share:

Blog Archive